Kebanyakan manusia selalu mencari pembelaan atas diri sendiri terlebih apabila menemui masalah, bahkan jarang sekali manusia yang mau mengakui kesalahan sendiri. Alih-alih mengakui, tak jarang mereka malah mencari kambing hitam atau menyalahkan pihak lain untuk menutupi masalah yang telah ia perbuat.

Miris memang, di zaman yang semakin canggih ini masih banyak yang mempunyai mental seperti ini, contoh kecil saja ketika ada kasus anak-anak remaja yang katanya generasi penerus bangsa tapi malah asik bermalas-malasan, luntang lantung gak jelas, masa depan masih nggak tau mau jadi apa giliran nanti beberapa tahun yang akan datang liat temen-temen seumurannya pada maju dan hidup enak. Nyesel tiada ampun, dan kalaupun nyesel ya bisa berbuat apa? Gak mungkin juga kamu bisa putar itu waktu kembali lagi.

Udah nyesel mending segera memperbaiki diri dan berbenah diri, ini sudah pasti nyari alasan lagi. Alasan pun dibagi 2 golongan:

Golongan kelas ekonomi bawah, kebanyakan mereka akan menggunakan alasan seperti ini, “gimana mau hebat kalau biaya sekolah untuk masuk sekolah berkualitas ajah gak ada, fasilitas gak ada, semua serba gak ada." Gini nih golongan anak-anak yang mikirnya sempit sekali. Harusnya itu dijadikan motivasi karena kita terlahir dari orang biasa, kita harus punya semangat juang lebih tinggi lagi. Ada salah satu quote favorite dari Bill Gates ‘ if you born poor its not your mistake, but if you die poor its your mistake”. Nah udah jelas banget kan, masih mau alasan apalagi coba?

Golongan kelas ekonomi atas, kebanyakan mereka akan menggunakan alasan seperti ini, “orang tua sibuk terlalu ngurusin kerjaan mereka sehingga waktu dan kasih sayang ke anak kurang”. Gundulmu itu emang, kalo nyari alasan asal aja kayak buang sampah, kalian kira mereka sibuk buat siapa? Kerja dan cari uang buat siapa? Ya buat kalianlah.

Advertisement

Karena apa? mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi anak- anaknya. Dan satu hal lagi yang sangat menyedihkan adalah ketika ada beberapa orang anak dari ekonomi kelas atas yang tidak menggunakan kehidupanya dengan baik, di luar sana banyak sekali anak-anak yang iri atas kehidupanmu dan menginginkan berada di posisimu saat ini.

Ketahuilah betapa susahnya bertahan hidup untuk mereka yang kesulitan ekonomi dan berharap ada perubahan atau keajaiban untuk memperoleh kehidupan yang baik.

Dengan alasan memang akan memudahkan kita untuk menanggapi suatu hal, tapi ini akan membuat otak kita semakin bodoh. Karena alasan tidak memerlukan tindakan atau action, alasan hanya berupa omongan lisan saja. Bagaimana kita mau menjadi pribadi yang berkualitas kalau hidup kita masih begitu-begitu saja? Jadi, berhentilah menjadi pribadi yang selalu mencari alasan dalam setiap masalah yang kamu hadapi.

Life always offers you a second chance, so use it well.

Yuk ah para generasi muda sebentar lagi sudah mau tahun 2017, mari tinggalkan hal-hal negatif di 2016 ini. Ayo segera buat resolusi apa kira-kira yang mau dibuat dan dicapai dan tidak lupa juga coba di-check untuk list resolusi tahun 2016 lalu yang sudah terealisasi dan kasih apresiasi diri sendiri karena sudah berhasil mewujudkannya.

Tidak lupa juga check untuk list resolusi tahun lalu yang belum terealisasi coba direview dan mengganti cara lama yang tidak berhasil dengan cara baru agar semua bisa terealisasi di tahun depan. Ingat ya, berhentilah mencari alasan apapun masalah yang kamu hadapi karena mewujudkan resolusi dengan solusi bukan dengan alasan.