Mungkin tak sedikit orang yang menyadari akan perubahan sikapku, mungkin kau juga seakan tidak mengenal lagi siapa diriku sekarang. Aku wanita yang selalu kau sakiti, wanita yang selalu kau khianati, wanita yang tak pernah kau hargai, dan bahkan dulunya aku pernah mengemis cinta dan kasih sayangmu. Tak sedikit air mata ini mengalir, membasahi pipi menanti, dan menanti keajaiban akan cintamu yang tak peduli.

Ada apa denganku saat itu? Kau seakan benci dengan kehadiranku di hidupmu. Aku bagaikan sampah yang tiada arti. Kau campakan, kau abaikan perhatianku, kasih sayangku, kau merasa aku seperti benalu dalam hidupmu.

Dan sekarang aku menyadari semua itu, menyadari kehidupan tidak selamanya menyedihkan. Aku seakan lelah dengan semua ini. Sudah cukup pengabaianmu, sudah saatnya aku pergi dari hidupmu. Memberikan sakit yang paling dalam, aku harus mencoba melupakan kenangan itu. Merebut kembali semua kebahagiaan dan tawa yang pernah kau renggut dengan air mata yang terus membasahi pipi tanpa kau peduli rasa sakit saat mencintaimu.

Namun, kau seperti menghentikan arah kakiku, kau mengatakan semuanya sudah berubah. Kau menanyakan di mana aku yang dulu? Kau merasakan sesuatu yang hilang dalam hidupmu. Perhatianku seakan pudar, tidak lagi aku mengganggumu dengan semua omelanku, bahkan sulit untukku lagi untuk tersenyum di depanmu. Sekarang kau butuhkan aku. Kau ingin bersamaku, kau menginginkan semuanya kembali. Kau mulai meminta semua perhatianku kembali. Kau mulai meminta kesempatan untuk mencintaiku. Apakah itu adil bagiku ?

Tahukah begitu banyak cara aku lakukan untuk menepis rasa sakit yang selama ini kau berikan kepada ku? Aku sampai pada titik kesadaran di mana cinta tak bisa dipaksakan. Mungkin selama ini hanya aku yang terlalu berharap dan kau sama sekali tidak peduli akan perasaanku, dan kesadaranku membuktikan aku masih kuat dalam menghadapi semua ini. Ya, aku wanita yang kuat. Aku yakin aku bisa berjalan tanpa kau rangkul. Aku bisa berdiri tanpa kau di sampingku. Aku tak pernah berpikir sekalipun untuk membalas dendam. Aku hanya ingin melupakan semua kesakitan ini . Aku ingin bahagia.

Advertisement

Pudar sudah rasa itu. Tak ingin lagi aku mengenal rasa sakit itu, tak mau lagi aku kembali ke masa laluku. Sudah cukup semua penantianku, rasa sakitku selama mencintaimu.

Pergilah.. Jangan ganggu aku lagi. Jangan sakitiku lagi. Lihatlah aku bahagia dengan tawa dan senyum di wajahku. Terima kasih atas kesakitan ini. Berbahagialah juga dengan kehidupanmu.

Thank you for loving me.