Seekor anak kerang, datang kepada ibu nya dengan tampang yang murung. Lalu sang ibu bertanya, “Anak ku.. mengapa kau begitu murung? Apa yang membuat mu begitu sedih”.

Sang anak mendekat pada ibu nya. Menarik nafas panjang, “Ibu boleh aku bertanya?” Sang ibu pun menjawab dengan suara lembut. “Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan anak ku, aku akan menjawab sebisa ku”. Dan lagi sang anak mengehela nafas panjang.

“Ibu mengapa aku begini? Aku tidak indah, warna ku kusam tidak cerah jika dibandingkan dengan kerang-kerang yang lain. Mereka lebih cantik ibu, warna mereka cerah. Sedangkan aku, tidak pernah pantas jika disejajarkan dengan mereka. “Bahkan tak jarang mereka malah memandang ku sebelah mata. Kadang aku bertanya,, Apa salah ku? “Aku tidak meminta menjadi begini dulu nyaa,, toh aku dan mereka juga diciptakan oleh Tuhan yang sama. Tapi mengapa tetap saja aku disisihkan?”

“Ibu apa kau tau? Setiap waktu kerang-kerang yang lain merendahkan aku, bahkan tak jarang aku disisihkan. Bukankah ini tidak adil ibu?”

“Mengapa Tuhan menciptakan ketidak sempurnaan juga?” sang anak berhenti kemudian menatap jauh ke atas. Terlihat dimatanya sedang tertahan bulir-bulir bening

Advertisement

Sang ibu mendekat kemudian mengusap lembut anaknya, “Anak ku.. Coba kau dengarkan ibu baik-baik. Kau bertanya mengapa kau terlahir seperti ini?. Anak ku sayang, Tuhan yang menciptakan semua makhluk yang ada di bumi sesuai dengan kehendak Nya. Dan perlu kau ketahui, bahwa tak ada hal yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan”

“Semua pasti ada kekurangannya. Kesempurnaan yang kau maksudkan itu hanya menurut pandangan makhluk terhadap makhluk lain. Sesungguhnya seberapa sempurna sesuatu itu hanya Tuhan yang mengetahuinya. Anak ku.. Tidak ada satu pun dari ciptaan Tuhan yang meminta dia diciptakan seperti apa yang dia mau. Karena semua sudah diatur sesuai dengan kehendak Tuhan.”

“Tak perlu kau berkecil hati, jika kau terlahir sebagaiman adanya diri mu sekarang. Kau tau anak ku, mutiara yang indah tidak lah selalu berasal dari kerang yang indah juga. Bahkan mutiara yang sangat indah, yang teristimewa lahir dari kerang yang mungkin luarnya biasa saja nak. Dan kau tau, mengapa Tuhan menaruh mu jauh didasar lautan?”

“Itu bukan tanpa alasan anak ku. Tuhan menaruh mu jauh didasar lautan, agar siapa pun yang ingin menemukan mutiara mu dia tidak dengan gampang mengambilnya. Dia harus menyelam jauh ke dasar lautan. Dia harus menghadang derasnya arus bawah laut hingga dia menemukanmu. Karena menemukan yang terbaik harus lah membutuhkan perjuangan.”

“Tentang kerang lain yang memandang mu sebelah mata saja, jangan bersedih anak ku. Tidak mereka yang akan menilai bagaimana derajat mu, tapi Tuhan yang menciptakan kita lah yang pantas menilai diri kita. Dan tidak mereka pula yang tau betapa berharganya diri mu, tapi ciptaan Tuhan lainnya yang berhati tulus lah yang bisa menghargai kehadiran mu anak ku”

“Terkadang mereka yang hanya bisa menilai mu dari luar saja, tanpa mau menyelami lebih jauh lagi untuk menemukan sisi terindah mu. Yakinlah anak ku, tak ada yang sia-sia Tuhan ciptakan. Semua ada nilainya, terlebih jika lagi kau mempunyai hati yang tulus. Sesungguhnya ketulusan dan keiklhasan hati lah yang memberi nilai tertinggi terhadap diri kita. Tidak pun bernilai dimata mahkluk.. Namun sangat bernilai disisi Nya.

“Kau lebih indah dari yang kau bayangkan anak ku, bahkan lebih dari yang mereka bayangkan tentang mu”