Aku memanggil nenekku dengan sebutan ibu, iya ibu akupun tidak tahu kenapa nenekku dipanggil ibu oleh semua cucu-cucunya. mamaku pun memanggil nenekku dengan sebutan ibu begitupun papaku. Ibu adalah sosok nenek yang luar biasa baik, sosok wanita terhebat yang pernah ada dimuka bumi ini. Wajahnya teduh dan beliau tidak pernah memarahiku sedikitpun. Beliau selalu membicarakan kesalahanku baik-baik tanpa pernah membentak atau memukul. Semua keinginanku pasti dipenuhi, apapun itu selama beliau masih sanggup.

Aku masih ingat waktu itu aku masih SMP ketika mamaku memutuskan untuk berhenti bekerja karena adikku satu-satunya sering sakit-sakitan. Mamaku terlalu sibuk mengurusi adikku yang berkali-kali ke rumah sakit, sehingga aku dititipkan ke ibu. Rumah mama dan rumah ibu tidak begitu jauh, hanya terpaut beberapa ratus meter saja. Semenjak mamaku berhenti bekerja kehidupan perekonomian keluarga kami memburuk karena papaku hanyalah pekerja serabutan. Jadilah aku sering menunggak uang bayaran dan ibuku yang selalu berusaha sesekali membayarkannya, begitupun ketika harus bayar urusan sekolah yang lain-lainnya seperti buku, uang gedung dll ibuku sering membantu. Ibuku pandai mengatur keuangan, pemberian dari kokongku. kokongku membuka usaha bengkel sepeda dan motor. oh iya kokong itu sebutanku untuk kakek. hehe

Ibuku juga hebat dalam hal memasak, masak apapun pasti beliau bisa dan sudah pasti enak, sekarang aku sedikit menyesal karena tidak sempat mempelajari resep-resepnya. Padahal dulu aku sering dimarahi kokongku karena tidak pernah mau belajar memasak. tapi ibuku selalu membelaku lalu memberiku uang dan menyuruhku main.

Pernah, tanteku menyuruhku menyapu dan mengepel, tapi ibuku malah memarahi tanteku, lalu ibuku menyuruhku untuk belajar. Apalagi ketika aku disuruh mencuci piring oleh tanteku, ibuku lagi-lagi memarahi tanteku dan bilang ke tanteku tugasku hanyalah belajar, tidak boleh mengerjakan pekerjaan beres-beres rumah. Ibuku juga selalu menyuruhku mengaji setiap malam di majelis dekat rumah. Sholat 5 waktu? jangan ditanya. aku tidak pernah bolong. Begitupun dengan puasa dibulan Ramadhan. Oleh karena itu ibuku selalu memberi jatah 'THR' lebih besar untukku ketimbang saudara-saudaraku yang lain.

Ibuku selalu memuji nilai ulanganku atau raportku walaupun nilainya tidak bagus-bagus amat. bagi ibuku aku adalah cucu kesayangannya dan selalu membedakanku dengan cucu-cucu yang lainnya. Jadilah aku cucu yang sangat manja sekali.

Advertisement

Kadang untuk benda yang tidak dimintapun ibuku selalu membelikannya untukku. seperti teman-temanku mempunyai mainan baru dan aku belum punya. pasti ibuku memberikannya tanpa aku minta, atau ketika teman-temanku sudah punya handphone dan aku belum ibuku pasti membelikannya. Aku pernah kehilangan handphoneku, tapi ibuku tidak memarahiku malah memberlikanku handphone baru yang lebih bagus. ibuku hebat sekali kan?

ketika aku masuk sekolah menengah atas dan masuk di sekolah favorit, ibuku bangga bukan main, ibuku selalu membanggakanku ke semua saudara dan tetangga-tetangga. hehe. bahkan aku sudah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. aku bilang ke ibuku, aku ingin sekali masuk ke UNJ karena aku ingin menjadi seorang guru. tapi ibuku bilang, aku harus menjadi seorang perawat. "doakan ibu berumur panjang, biar kamu nanti bisa kuliah dan jadi perawat" aku masih ingat betul kata-kata itu.

Akhirnya saat yang paling ku takutkan tiba, saat-saat hidupku berbalik 180 derajat. ibuku sakit karena beliau sudah tua penyakitnyapun berbagai macam. keluar masuk rumah sakit. Aku tidak tega melihat ibuku harus disuntik setiap hari. dan hal yang paling aku sesalkan adalah, ketika ibuku dirawat dirumah sakit dan aku tidak bisa menjaga beliau karena saat itu aku sudah kelas 3 SMA saat-saat yang super sibuk sekali. Aku meninggalkan ibuku malam-malam. karena besoknya aku ujian akhir sekolah. ketika SMA aku jarang sekali berada dirumah karena setiap pulang sekolah setiap hari ada try out. dan malamnya aku harus mengaji. Aku ingat betul hari itu hari minggu tanggal 17 April 2010 tepat 1 hari sebelum Ujian akhir Nasional ibuku menghembuskan nafas terakhirnya. ketika itu aku tidak kuasa menahan tangisku. aku menangis sejadi-jadinya. semuanya seperti mimpi buruk. dan aku tidak menghadiri pemakaman ibuku karena ketika ibuku dikubur aku sedang Ujain Nasional.

Sampai kini aku masih belum bisa melupakan senyumnya, masih terasa hangatnya pelukan beliau dan lembut tangannya membelai rambutku. ibuku suka sekali menguncir kuda rambutku. :')

Hai ibu, apakabar ibu disana? Aku sangat merindukan ibu, apakah ibu juga merindukan aku cucu kesayangan ibu? Tenang saja ibu, aku sekarang sudah tidak manja lagi, sekarang aku sudah menjadi wanita mandiri seperti yang ibu mau. walaupun aku tidak bisa menjadi perawat seperti yang ibu inginkan, sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju cita-citaku bu, aku sudah semester 7 dan tinggal 2 langkah lagi untuk menggapai cita-citaku menjadi guru. doakan aku ya bu.

Itulah ceritaku tentang nenekku, bagiku beliau adalah wanita terhebat yang pernah ada.