Kakek dan nenek adalah orang tua dari orang tua kita. Kita tidak akan ada tanpa ada sosoknya terlebih dahulu. Beragam nama panggilannya di Indonesia dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Ada yang memanggilnya opa-oma, kakek-nenek, mbah, eyang, opung, bapak kolot-ibu kolot dan masih banyak yang lainnya. Apapun nama panggilannya tentu saja kita harus menghormatinya.

Banyak hal yang sudah dilewati bersama kakek-nenek tentunya. Tapi karena kebersamaan saya bersama kakek hanya sebentar tidak begitu banyak yang diingat sudah pasti tau banyak cerita tentang kakek ya dari nenek bagaimana kelakuannya, usahanya bersama-sama dalam mengarungi hidupnya, seringnya mendengar nenek bilang "bapak kolot maneh teh baheula paling kasep"

Apakah ini tanda mengagumi suami kali ya?

Masih mempunyai nenek dari ibu dan bapak tentulah bersyukur, berhubung saya teh orang sunda, sunda kasar jadi manggil nenek teh mak oyot/bu kolot. Karena sekarang sudah jarang ketemu mak oyot karena berbeda tempat tinggal, berbeda kota dan kesibukan, ada banyak hal yang selalu diingat seperti rumahnya yang selalu hangat, raut mukanya, selalu punya makanan yang lezat untuk disajikan kepada cucu-cucunya, juga sama nasehat-nasehatnya, semakin dewasa cucunya semakin cetar nge jleb gimana gitu nasehatnya hihi

Apapun itu nasehat si nenek untuk cucunya kita harus menghormatinya karena pengalamannya yang luar biasa jauh lebih lama dari kita dan sudah teruji bisa melewati kehidupan sampai di usianya dengan baik-baik saja.

Advertisement

Tentu saja seorang nenek juga selalu murah hati bagi saya, selalu menerima nasihat anak cucu nya jika salah, dan menyadari sekarang zaman modern, tidak memaksakan harus seperti zamannya dulu. Bahkan mendukung anak cucu nya untuk bersekolah tinggi agar bisa pintar dan berguna untuk bangsa dan negara bahkan bisa mengajarinya kelak. Beliaupun selalu minta diingatkan karena manusia ga lepas dari kesalahan dan hilaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT ucapnya.

Jadi kangen saat-saat kumpul bersama nenek sambil ngobrol hal yang lucu-lucu dan makan apa saja yang dibuatnya, kacang rebus dan kue-kue buatannya misalnya.

Ya, selalu ada hal baru yang diajarkan saat bersama nenek selalu ada yang lucu juga selalu ada keheranan yang ditimbulkan saat ngobrol bersama, seperti saat diajak kesawah bareng-bareng ga sengaja lewati jembatan akhirnya cerita deh asal mula jembatan dibangun sampai cerita horornya yang katanya ada putri cantik mandi dikali dan banyak lagi segudang cerita-cerita yang ga akan ada habisnya untuk diceritain lagi.

Nenek yang tertukar, itu karena nenekku adalah nenekmu dan nenekmu adalah nenekku, nenek kita sama, nenek kita mempunyai banyak cucu tapi dia tidak pernah lupa menyebut nama-nama cucu nya dan kebiasaan dari para cucu nya walaupun sudah tua, orang tua dahulu kan banyak anak, kuat-kuat dan tangguh-tangguh^^ Kerenkan!!!

Nenek mengapa aku berbeda...

Entah ini suatu pertanyaan atau pernyataan yang pasti kini cucumu ini telah dewasa, mengapa aku berbeda dari cucu-cucumu yang lain tapi aku percaya aku juga disayangi.. Dicintai.. Tanpa membeda-bedakan dari keberhasilannya..akupun begitu mak.. Mencintai.. Menyayangimu..

Aku memahami apa yang diharapkan dari cucumu ini.. Tidak aneh-aneh menginginkan agar cucunya berhasil dengan hidup bahagia yang sejahtera, tunggu aku mak! Tunggu sampai itu terjadi saat ini sedang di upayakan.. Terima kasih telah menjadi nenekku, yang selalu mendoakan kebahagiaan dan kesuksesanku… Akupun akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu nenek-nenek ku ini dan semoga aku bisa menjadi penyebab kebahagiaanmu itu…

Kelak suatu saat nanti aku bisa membuat bangga dirimu, sebagai garis keturunanmu yang berhasil.

Cucu yang mencintaimu..