Beberapa waktu lalu masyarakat dibuat kesal dengan ulah pendaki di Gunung Rinjani yang mengambil bunga edelweis dan dengan bangganya memamerkan di media sosial. Tak heran dalam sekejab namanya menjadi viral, bahkan mereka dijadikan duta edelweis. Hal ini sontak membuat banyak orang semakin kesal dibuatnya.

Beberapa tahun terakhir, seiring naiknya pamor tayangan di TV mengenai tayangan perjalanan membuat mereka para pecinta selfie berpindah haluan menjadi pecinta alam. Seakan ingin menunjukkan eksistensinya, mereka berlomba-lomba mencari spot alam yang sedang hits dan memang instagram-able untuk sekedar berfoto selfie dan memamerkannya di media sosial.

Ternyata aksi mereka ini tidak sedikit yang menimbulkan dampak negatif untuk tempat-tempat yang mereka kunjungi. Dari si perusak kebun bunga amarilis di Jogja, sampai pemetik bunga edelweis adalah beberapa kasus yang menjadi viral. Percayalah, di luar sana banyak kasus lain yang mungkin tidak terekspos. So, sudahlah cukup sampai di sini saja. Stop menyebut diri sebagai pecinta alam jika hal-hal kecil ini belum kalian pahami dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini kita selalu melihat image jika pecinta alam selalu dengan kegiatan naik gunung. Padahal sejatinya pecinta alam tidak melulu tentang naik gunung. Ada banyak hal yang harus kalian pahami sebelum menyebut diri sebagai seseorang yang mencintai alam.

Buang Sampah Sembarangan

Advertisement

Ngakunya sebagai pecinta alam tetapi buang sampah masih sembarangan. Ini adalah salah satu contoh sederhana yang kerap kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dipungkiri, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya itu masih rendah. Apalagi generasi muda saat ini, maunya serba mudah dan nggak repot. Terutama di dalam angkutan umum, kita kerap menemui beberapa kasus sampah bertebaran di mana-mana. Di tempat-tempat wisata sering kita melihat banyak orang yang masih nyampah. Bahkan kita kerap melihat, para pecinta alam yang meninggalkan beberapa plastik bungkus makanan saat pendakian di atas gunung.

Padahal seorang pecinta alam sejati harus berprinsip tidak akan meninggalkan apapun kecuali jejak. So, buat kalian yang masih suka meninggalkan sampah  seperti botol bekas air mineral, bungkus makanan, bungkus permen, plastik dan lain-lain. Please, bawa sampah kalian pada tempatnya. Kalau semua orang melakukan hal seperti ini, dijamin alam pun akan menyambutnya dengan suka cita.

Merokok Sembarangan

Ada yang suka merokok sembarangan? Nah, ini yang paling banyak terjadi. Para pecinta alam yang sebagian besar adalah kaum adam mayoritas adalah kaum perokok. Aktivitas merokok ini kerap mengganggu lingkungan sekitar, tidak hanya mereka perokok pasif yang dirugikan karena asapnya tapi puntung rokok yang dibuang secara sembarangan juga begitu merugikan. Salah satu kemungkinan buruknya menyebabkan kebakaran saat musim kemarau tiba.

Melanggar Aturan

Ada orang yang mengatakan jika aturan dibuat untuk dilangar, jika kalian termasuk salah seorang yang berpendapat demikian please jangan mengaku sebagai pecinta alam. Lalu apa hubungannya ya?

Seorang pecinta alam tentu sudah paham jika untuk mendaki sebuah gunung pasti ada aturan-aturan yang harus ditaati. Namun banyak juga yang melanggar aturan-aturan yang dibuat. Peraturan-peraturan itu seakan hanyalah wacana formalitas, mungkin karena tidak ada sanksi tegas dari yang mempunyai peraturan. Inilah faktor yang menyebabkan semakin banyak orang berani melanggarnya.

Contoh sederhananya entah itu di gunung, di alam, di tempat wisata kerap kita menemui sebuah peraturan untuk membuang sampah pada tempatnya. Tapi apalah daya peraturan hanyalah peraturan. Banyak yang rela melanggar demi sebuah gengsi, demi eksistensi.

Itulah beberapa hal sederhana yang harus kalian pahami, terlebih jika kalian sudah berani menyebut diri sebagai pecinta alam. Pecinta alam tidak melulu tentang naik gunung, pecinta lingkungan tidak melulu harus menjadi aktivis dan sibuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Mulailah dengan hal-hal sederhana dalam kegiatan sehari-hari. Tanamkan prinsip jika seorang pecinta alam sejati tidak perlu mengambil apapun kecuali gambar, dan meninggalkan apapun kecuali jejak.