Setiap orang punya perasaan. Tak jarang, kadang kita merasa senang kadang juga sedih. Mungkin, keduanya adalah warna hidup yang tak mungkin kita hindari. Tapi, kita adalah makhluk yang cenderung ingin selalu merasa bahagia setiap saat, meskipun hal itu mustahil terjadi.

Betapa sering kita dibenturkan oleh masalah dalam hidup, baik sosial, kampus sampai masalah pekerjaan. Seakan kehidupan adalah tempatnya masalah. Saat kita hidup, berarti masalah sudah siap untuk menyusahkan kita bahkan siap membuat kita stres yang tak berkesudahan.

Jangan sampai, saat masalah menghampiri, justru kita terbawa oleh suasana yang kadang membuat kita galau, resah dan gelisah. Meski, ketika seseorang dihantam masalah ia pasti akan merasakan sederet perasaan yang tak enak, yang mendominasi kedalaman hatinya. Namun, setidaknya kita bisa mengontrolnya, kita bisa merasa lebih tenang agar pikiran kita tak menjadi sarang virus yang berujung pada hal negatif.

Saat masalah datang, sejenak kita mengembuskan napas secara perlahan lalu luangkan waktu kita sejenak untuk berkontemplasi, merenungkan apa sebenarnya yang membuat kita dihajar masalah. Saat merenung, pasti kita akan tahu bahwa ada kekuangan dalam diri yang perlu dibenahi. Karena, sebuah masalah tak melulu datang dari orang lain, ia kadang datang dari diri kita sendiri, hanya saja kita tak menyedarinya. Masalah hidup adalah perkara yang bukan untuk dihindari, tapi harus kita hadapi. Kapan masalah akan sirna dari diri kita, sementara kita selalu menghidar darinya? Yang ada, ia akan selalu mengungkung kita di mana pun kita berada.

Obat-obatan terlarang dan minuman ber-alkohol bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah, justru kemungkinan besar masalah akan terus bertambah. Sangat disayangkan bila ada teman atau kerabat kita menjadikan sesuatu yang haram itu, sebagai tempat pelariannya. Bermaksud ingin menyelesaikan masalah, justru masalah akan terus bertambah. Dan kesehatannya pun akan terancam.

Advertisement

Kita tahu, bahwa dunia adalah ladang masalah, tapi mau sampai kapan kita dihajar masalah, hanya karena kita enggan mengatsinya. Meski kadang kita tak kuasa mengatasinya sendiri, setidaknya kita punya Allah. Jangan sedih, Dia selalu bersama kita. Merapal doa, dan mengadukan semua polemik hidup yang kita jalani kepada-Nya adalah cara terbaik untuk bisa merasa tenang damai. Setidaknya kita bisa bernapas lega seiring masalah hidup perlahan menjauh dari kehidupan kita.

Dan perlu kita sadari, jangan sekali-kali berpikir, di saat kita terbebaskan dari masalah, kita akan selamanya bebas dan bahagia selalu. Itu salah. Karena ke depannya akan kita temui masalah-masalah baru yang jauh lebih rumit, itu artinya kita harus punya mental baja. Tapi tak perlu gamang, kita jangan merasa bersedih dan takut karena Allah selalu bersama kita setiap saat.