Tak ada yang salah, jika benar adanya rasa itu karena cinta. Datang membawa bahagia dan terkadang berujung derita. Cinta memang selalu benar, menjadikan mereka yang terjerat olehnya tak berdaya, membuatnya terbang menjadi diri yang lebih tinggi, walau ada juga yang justru jatuh hancur berkeping karena deritanya.

Sungguh sempurna rasa yang dimiliki, jika sang pujaan hati memiliki rasa yang sama. Namun beda jika sebaliknya, ketika rasa tak tersampaikan atau malah berujung penolakan.

Tak sedikit dari mereka yang terpaku mengharap seseorang untuk dimiliki, atau lebih tepatnya susah move on. Hingga banyak dari mereka merelakan waktu bertahun-tahun menunggu, mencoba menjadi yang diinginkan sang pujaan hati dan ujungnya tetap ditolak juga.

Semua itu bukan salah cinta, karena cinta selalu benar, salahnya mungkin ada pada diri mereka atau diri kita. Kita terlalu sibuk mencoba menjadi yang terbaik di depannya. Dan melupakan kenyataan kalau si dia memang sudah muak dengan kita. Sungguh kita lupa pada keajaiban Tuhan, Yang Maha Pengatur Cinta. Kita lupa akan upaya memperbaiki diri di hadapan Sang Kuasa, kita lupa mencintai dia karena Tuhan, karena Allah. Terlalu sibuk menghayal masa depan bersama sang pujaan hati tanpa menghiraukan penolakan yang sudah terjadi. Terlalu terbuai dengan cinta yang mungkin berawal dari nafsu.

Cinta memang benar adanya, jikapun itu salah ketika kita menempatkan perasaan dengan tepat, Tuhan akan menuntun kita pada cinta sejati.

Advertisement

Walau pujaan hati tertancap dalam di lubuk hati terlalu lama, mudah saja bagiNya untuk mengubah rasa kita, InsyaAllah kalau dia memang jodoh kita, pasti akan dipertemukan.

Selagi hati masih bisa menikmati indahnya mencintai, mengapa dirasa sakitnya saja. Sabar, terus berikhtiar sembari memperbaiki diri di hadapan Tuhan karena wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, begitu sebaliknya. Nikmati saja alurnya, kalau dia pergi dengan yang lain, berarti suatu saat kita akan pergi dengan seseorang yang lebih baik–yang sekarang juga sedang memperbaiki diri di hadapanNya–untuk kita.