Pernahkah terlintas di pikiranmu dulu untuk berpisah dariku?

Kamu tahu, menjadi pasanganmu dulu adalah salah satu rasa syukur terbesar dalam hidupku. Tidak pernah sedikitpun aku ingin memalingkan hatiku untuk yang lain. Kamu adalah tujuan akhirku, tempatku melabuhkan janji suci sehidup semati. Cerita kita memang tidak seindah kisah di buku dongeng anak-anak. Kita melewati hari-hari dimana kita tertawa dan kecewa. Seringkali ego lah yang jadi pemenang di setiap kesalahpahaman kita.

Bagiku itu sungguh bukanlah masalah besar, wajar jika kita berselisih paham. Toh akhirnya genggaman erat tanganmu lagi yang selalu kudapat.

Sedikitpun tidak pernah terlintas berpisah darimu.

Kehadiranmu membuatku kuat menjalani hari, membuatku tangguh memperjuangkan setiap jengkal mimpi kita. Jika saja mungkin di dasar hatiku pernah merasa akan tidak mampu tanpamu, perasaan itu selalu aku singkirkan jauh-jauh. Aneh tapi nyata, kadang memikirkannya seperti berbuat dosa bagiku.

Advertisement

Tapi tahukah kamu, bahwa seringkali mimpi tidak sejalan dengan kenyataan?

Saat-saat yang paling tidak terbayangkan dalam hidupku, sekarang sudah menjadi kawan nyata dalam hidupku. Tapi sesuatu yang berbeda terjadi, nyatanya sekarang aku baik-baik saja tanpamu. Aku bisa lepas tertawa, aku tersenyum bahagia, walau masih ada sisa rasa sakit itu, aku tahu perlahan akan lagi tidak terasa. Waktu yang akan menyembuhkannya.

Dulu aku terlalu menggantungkan kebahagiaanku di pundakmu dan aku terlalu yakin bahwa genggaman tanganmu akan abadi erat menggenggamku. Mungkin senyumanku tidak akan sama lagi seperti dulu, karena bagiku kamu sudah punya sekantung besar kebahagiaan tersendiri yang kamu sediakan untukku dan tidak akan ada yang pernah yang sama lagi entah dari siapapun itu.

Perpisahan ini menyisakan luka, bukan hanya kamu, tapi begitu juga dengan aku.

Hei kamu yang dulu pernah dihatiku, sekarang aku bisa tersenyum lagi. Aku baik-baik saja tanpa kamu. Aku harap kamu juga sama sepertiku. Tersenyumlah, karena aku selalu yakin senyum manismu lah yang dulu selalau membuatku jatuh cinta berulang kali. Dan aku tahu, nanti akan kamu temukan seseorang yang akan sama tergila-gilanya dengan senyuman itu seperti aku dulu.

Perpisahan ini seharusnya tidak membuat kita "mati", tapi untuk hidup memantaskan diri dengan lebih baik lagi.