Sungguh dalam hidup ini, tak ada yang mampu membatasi kebaikan. Jika ia ingin muncul, maka pasti muncul. Begitu juga sebaliknya.

Hanya kebaikan kecil saja. Tentang sudi tidaknya orang tua ngobrol dengan anaknya. Sedikit waktu yang kini jarang dilakukan orangtua untuk anak-anaknya. Ngobrol, saling bertegur sapa. Tentang pelajaran, tentang keadaan anak. Itulah kebaikan kecil yang mungkin sudah sulit dilakukan orangtua yang sibuk.

Kebaikan kecil. Bisa terjadi di dalam rumah kita. Kebaikan yang dibuat orangtua pada anaknya. Walau hanya bicara berdua. Lalu, mengapa kamu mencari kebaikan itu di luar rumah?

Hari ini, sudahkah kita berbicara bersama anak-anak kita?

Berbicaralah sekarang. Dekati anak-anak kita sekarang, tanyalah apa yang sedang mereka lakukan. Hampiri mereka, ajak bicara tentang apa yang kamu ingin katakan pada mereka. Kunjungi mereka, tanyakan gimana pelajarannya hari ini.

Advertisement

Hari ini, sudahkah kita berbicara bersama anak-anak kita?

Lalu mengapa kamu lebih sibuk ngobrol dengan teman-teman di dunia maya. Lebih sibuk bersenda gurau dan bertanya kabar pada teman-teman di grup whatsapp. Lebih sibuk untuk urusan “kesenangan” sendiri atas dalih silaturahmi. Lebih sibuk menyebarluaskan ayat-ayat suci kepada orang lain tanpa mau melakukannya.

Sayang sekali, hari ini kamu tinggalkan waktu ngobrol bersama anak-anak. Semoga saja esok, kamu masih sempat ngobrol dengan anak-anak kamu. Jika tak sempat hari ini, lakukanlah esok. Mumpung masih ada waktu, mumpung masih ada umur.

Hari ini, sudahkah kita berbicara bersama anak-anak kita?

Bicaralah tentang apa saja. Tentang segala hal yang bisa membesarkan hati mereka. Dalam keadaan apapun kita. Tentang pedulinya kita pada mereka, tentang nasihat, tentang kebaikan yang bisa kita perbuat di dalam rumah.

“Halo sayang, kamu lagi apa nih?” tanya sang ayah.

“Aku lagi kerjakan PR buat besok” kata si gadis kecil.

“Lho kan masih sore, kenapa gak dikerjakan malam nanti saja?” ujar sang ayah.

“Gak apa, aku kan ada waktu sekarang. Nanti malam tinggal baca buku” jawab cepat si gadis kecil.

“Oh ya Abi, aku mau tanya dong. Kok Abi hari ini gak masuk kerja?” tanya si gadis kecil.

“Iya, Abi gak masuk kerja karena kurang enak badan” jawab sang ayah.

“Mungkin Abi, kecapekan kali… Abi perlu istirahat tuh” tambah si gadis kecil.

Sang Ayah pun tersenyum. Terharu atas perhatian dari anaknya, si gadis kecil yang dicintainya.

“Terima kasih nak, kamu sudah kasih nasihat. Itu sudah cukup bikin abi pulih lagi” ujar sang ayah.

"Kadang hidup itu memang capek. Karena hidup memang harus berjuang. Berjuang untuk kamu, berjuang untuk kehidupan yang lebih baik" tambah sang ayah.

“Berjuang untuk lebih baik? Gimana caranya Bi?” tanya si gadis kecil.

Seketika, sang Ayah mengenggam kepala anaknya. Menciumnya sambil tersenyum.

Kebaikan itu sederhana nak, asal kamu mau melakukannya. Karena kebaikan itu tak berbatas. Ia mudah muncul, kapanpun dan dimanapun. Asal kamu mau melakukannya. Itulah kebaikan”

"Kamu nak, jadilah pribadi yang baik. Pribadi yang selalu bersyukur atas setiap keadaan diri kamu. Pelajaran susah atau pelajaran gampang, kamu harus hadapi dengan baik. Itu sudah kebaikan"

Sungguh, kebaikan itu dekat dengan diri kamu, nak. Kamu punya 7 kebaikan dalam diri yang kadang dilupakan

1. Kamu diberi kaki yang kuat, itu untuk melangkah ke tempat ilmu dan amal.

2. Kamu diberi jemari tangan yang lentik, itu untuk menghitung kebaikan yang kamu punya.

3. Kamu diberi bibir yang menarik, itu untuk ber-ucap perkataan yang baik.

4. Kamu diberi pipi yang lesung, itu untuk menebar senyum yang ikhlas kepada siapapun.

5. Kamu diberi mata yang menawan, itu untuk selalu melihat kebaikan pada orang lain.

6. Kamu diberi tubuh yang sempurna, itu untuk menyisihkan rezeki kepada orang yang kurang mampu.

7. Kamu diberi wajah yang bercahaya, itu untuk membersihkan kotornya batin dalam diri.

Itu semua kebaikan yang ada pada diri kamu, nak.

“Oh gitu ya Bi. Berarti kebaikan itu ada pada diri setiap orang” si gadis kecil bertanya lagi.

“Iya nak, kebaikan itu ada dalam diri kita” jawab sang ayah.

Maka sebaiknya kita tidak usah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.

Jika kamu benar, maka kamu tidak perlu marah. Jika kamu salah, maka kamu wajib minta maaf.

Kesabaran dengan keluarga adalah "kasih".

Kesabaran dengan orang lain adalah "hormat".

Kesabaran dengan diri sendiri adalah "keyakinan".

Kesabaran dengan Allah adalah "iman".

Tidak usah terlalu mengingat masa lalu, karena itu akan membawa "airmata".

Tidak usah terlalu memikirkan masa depan, karena itu akan membawa "ketakutan".

Jalani saja, apa yang ada hari ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa "keceriaan".

Hidup itu pasti ada ujian, ada cobaan. Tinggal kita yang menyikapinya, mau menjadikan hidup kita "lebih baik" atau "lebih pedih". Karena setiap masalah punya dua kebisaan. Bisa "menguatkan" atau bisa "menghancurkan".

Pilihan itu ada pada kamu nak. Kamu yang pilih mau jadi pemenang atau pecundang.

Maka, berjuanglah kamu untuk menjadi lebih baik. Menjadikan hati yang baik, bukan wajah yang indah. Karena hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.

Ketahuilah nak,

Untuk menjadi lebh baik, kadang kita harus berhenti mendengarkan orang lain. Dan harus lebih peduli untuk mendengar apa yang disuarakan oleh hati kita sendiri.

#BelajarDariOrangGoblok