Setiap orang memiliki rasa cinta.

Menurut berbagai macam sumber yang ada, cinta adalah salah satu elemen penting dalam hidup yang jika kita kehilangan secuil kasih cinta tersebut, maka dunia akan hancur seketika.

Emm… Jika Tuhan menghendaki sih.

Pun demikian, dalam artian yang lebih sempit, cinta bisa berarti menyayangi. Setiap orang pasti pernah memiliki cinta yang diberikan kepada orang-orang terdekat. Masalahnya, siapa yang pertama kali memberi cinta tersebut?

Mereka sering dinamakan sebagai orang yang mencintai terlebih dahulu.

Advertisement

Ya, orang yang mencintai terlebih dahulu adalah mereka yang berani memberikan rasa cintanya kepada orang yang dianggapnya memiliki hal-hal ‘spesial’. Mereka, orang yang mencintai terlebih dahulu, biasanya menyampaikan rasa yang dia punya dengan berbagai macam cara yang menurut mereka dianggap layak untuk dilakukan.

Sebagian dari mereka mungkin lebih memilih untuk mencintai secara diam-diam. Memandang dari jauh dan merasa nyaman ketika melihat senyum manis terpancar dari orang yang dicintai, dianggapnya adalah hal yang cukup mampu memuaskan apa yang dia rasakan.

Sesederhana itu.

Sebagian yang lain dari mereka mungkin merasa nyaman untuk mencoba berkata kepada orang yang dicintainya, kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan bahwa apa yang dia katakan adalah benar adanya.

Sisanya, mereka yang benar-benar sudah terlalu jatuh pada cintanya, sehingga apa yang dia lakukan dan apa yang diharapkan selalu atas dasar orang yang dia cinta. Dia memotivasi dirinya untuk senantiasa berusaha agar apa yang akan dia lakukan mampu untuk menarik perhatian orang yang dicintainya. Bagi mereka, nama orang yang dicintainya sudah benar-benar terpatri dalam-dalam didasar hati sehingga tak ada alasan lain untuk mereka berusaha agar bisa benar-benar dapat memilikinya.

Mereka yang mencintai terlebih dahulu senantiasa menunggu untuk dicintai. Pada dasarnya, setiap cinta memang seharusnya layak untuk mendapat balasan. Namun, setiap manusia, mereka selalu mempunyai pilihan-pilihan yang kemudian berkesinambungan untuk kehidupan selanjutnya. Mereka tidak bisa memaksakan orang yang dicintainya untuk balik mencintainya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu untuk kemungkinan-kemungkinan terbaik atau terburuk atas apa yang sudah dia ungkapkan.

Mereka yang mencintai terlebih dahulu mungkin tau akan kemungkinan-kemungkinan terpahit yang akan dia rasakan. Mereka tau, lambat laun, cinta yang sudah mereka berikan tak akan berbalas. Mereka pun tau, orang yang dicintainya mungkin juga merasakan apa yang dia rasakan : Mencintai terlebih dahulu kepada orang lain.

Orang yang mencintai terlebih dahulu adalah mereka yang berani meraba-raba kepatah-hatian. Setiap yang mencintai, mereka pasti akan merasakan patah. Cinta bertepuk sebelah tangan, cinta tak dianggap atau yang paling parah, cinta yang ditinggal nikah.

Namun, terlepas dari semua itu, orang yang mencintai terlebih dahulu akan menerima kemungkinan-kemungkinan terburuk itu dengan dada yang sangat lapang. Mereka akan mampu tersenyum dibalik kepatahhatian-kepatahhatian yang mungkin jika orang lain melihatnya adalah suatu hal yang sangat menyakitkan.

Orang yang mencintai terlebih dahulu seolah memiliki rasa sabar yang berlebih terhadap apa yang dialaminya. Untuk orang yang mencintai terlebih dahulu secara diam-diam, dia akan selalu mencari-cari cara untuk memperhatikan orang yang dicintainya. Jika mereka beruntung mendapat kesempatan untuk bersama orang yang dicintainya,mereka tidak akan melewatkan satu detik momentum untuk melihat senyum manisnya. Meskipun terkadang, apa yang mereka lihat, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Mereka bisa saja melihat orang yang disukainya bercanda dengan teman lelakinya. Mereka juga bisa melihat orang yang dicintainya bergandengan tangan dengan teman lelakinya. Pun mereka bisa saja melihat orang yang dicintainya tak menghiraukan dirinya. Rasa sakit pasti terasa, namun, yang mereka tau, mereka telah berperan sebagai orang yang mencintai terlebih dahulu secara benar.

Untuk orang yang mencintai terlebih dahulu secara blak-blakan dengan rasa percaya diri yang tinggi, mereka akan senantiasa berucap kepada setiap temannya bahwa orang yang dicintainya adalah calon yang pasti akan berhasil mereka dapatkan. Mereka pun senantiasa berdoa atas apa-apa saja yang mereka harapkan. Disetiap harinya, mereka akan berdiskusi kepada Tuhan tentang apa yang mereka rasakan, dan di akhir diskusi, mereka akan menyebutkan nama orang yang dicintainya agar bisa didekatkan dengan mereka. Meskipun, pada kenyataannya, orang yang dicintainya tidak selalu menyambut baik atas apa-apa saja yang didoakan oleh orang yang mencintai terlebih dahulu.

Kemudian, orang yang mencintai terlebih dahulu cenderung menerima apa-apa saja perlakuan baik maupun buruk dari orang yang dicintainya. Mereka merasa, apapun yang terjadi, orang yang mencintai terlebih dahulu selalu ingin melihat orang yang dicintainya berbahagia, entah bagaimanapun caranya.

Apakah itu akan membuat dirinya sendiri terluka?

Apakah itu akan membuat dirnya sendiri merasa lelah?

Apakah itu akan membuat dirinya sendiri merasa hancur?

Mereka tidak peduli dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut. Namun yang jelas, mereka selalu tau bahwa apa yang mereka lakukan hanya mempunyai satu : Agar Dia Bahagia.

Sampai pada ujungnya, orang yang mencintai terlebih dahulu memilih untuk memasrahkan dirinya kepada Tuhan yang maha kuasa atas apa yang akan terjadi nantinya. Mereka hanya bisa berusaha memperbaiki diri dan berdoa untuk kelangsungan perjalanan cintanya. Selanjutnya, mereka memilih untuk duduk bersimpuh diatas sajadah sembari menengadahkan tangannya keatas diiringi untaian kalimat doa atas apa-apa saja yang diharapkan.

Jika pada akhirnya tetap gagal?

Seperti yang dilakukan orang yang mencintai terlebih dahulu kebanyakan, mereka akan mencoba untuk tetap tersenyum semanis mungkin sembari membatin :

‘Setidaknya, dia bahagia. Mmm… Ya, dia harus bahagia’

Maka, kepada yang mencintai terlebih dahulu… Selamat mencintai.

Dan bersiaplah untuk patah hati.

Terimakasih.