"Bukan perkara mudah berteman dan bersahabat dengan Rasa sakit".

5 tahun bukan waktu yang terbilang singkat bagiku. Rasanya seperti semesta menghukum diriku akan kejahatan yang kulakukan dengan amat sangat kejam. Aku tidak pernah membayangkan bahwa kejadian ini terjadi untuk dirku, sebelum kau memutuskan melangkah untuk pergi. Aku hanya berfikir, "Bagaimana,aku harus membuat rasa nyaman itu lebih besar lagi". Aku tidak pernah berfikiran jauh tentang bagaimana caraku meninggalkanmu, sama sekali tidak. Sangat sulit dan bahkan tidak pernah terbayangkan oleh ku meninggalkanmu, meninggalkanmu ibarat aku akan melepasakan sesuatu dari bagian tubuh ini, yang tidak akan pernah kutemukan lagi.

"Tetapi, akhirnya kenyataan meyadarkanku bahwa apa yang kita miliki akan hilang oleh waktu".

Dulu aku menjadi orang yang selalu bisa menkontrol emosi, menjadi orang yang selalu hiperaktif di banding lainya, selalu memberi nasihat ketika ada yang mengalami masalah. Tetapi hal itu telah berubah. kenyataan bahwa kau tidak ada disisiku lagi, menjadikan itu sebuah pelariaan. Selama waktu berjalan, tidak mudah berteman dengan sebuah rasa yang sama sekali aku pun belum merasakanya. Rasa itu selalu melawanku dan akupun tidak pernah menang darinya, rasa itu selalu memberikan fakta-fakta yang ada bahwa itu pernah terjadi. Bagaimana aku bisa menang bahwa rasa tersebut berbicara tentang 'kita'.

"Kenyataan tersebut memberikan ku sebuah pelajaaran, bahwa kita harus lebih kuat dari permasalahan yang ada".

Advertisement

Pada akhirnya, semesta memberikanku sebuah pelajaraan, bahwa ada alasan kenapa masalah tersebut hadir di kehidupan kita. Hidup kita jauh lebih meningkat ketika kita berhasil menyelesaikanya, kita menjadi seorang individu yang baru, dengan sejuta pengalaman yang kita pernah hadapi.