Kau ibarat laut yang terlihat datar, tapi entah sedalam apa hatimu menyimpan semua rasa, rahasia, atau sebuah kenangan. Aku adalah daratan yang memiliki hutan yang lebat, sehingga banyak orang enggan untuk masuk lebih dalam. Tapi aku punya danau indah, yang mana airnya akan mengalir ke laut untuk sebuah pertemuan.

Aku belajar dari teluk yang memberikan ruang untuk laut, sehingga tidak akan pernah ada ombak yang besar. Aku belajar dari batu karang yang selalu diam saat laut sedang mengamuk, bukan karena dia lemah. Ia tau laut akan tenang pada waktunya, saat badai pergi dan berganti dengan hangatnya mentari sore. Satu hal yang pasti, matahari yang terbenam akan terlihat lebih indah jika bersama laut. Tapi kenapa harus ada gelap setelah matahari terbenam, hanya menyisakan suara deburan ombak yang entah di mana.

Pantai adalah alasan kenapa kita dipertemukan. Tempat bertemunya dua karater berbeda sifat dan jenis. Pasir pernah menjadi saksi kalau kita pernah melangkahkan kaki. Tapi aku jauh di belakangmu, berjalan tepat di samping jejak kakimu yang mulai terhapus ombak. Berharap suatu saat nanti, langkah kaki ini bisa membuat jejak bersama-sama di waktu yang sama. tapi tak mengapa jika ada jejak kaki kecil di tengah jejak kaki kita.

Pantai banyak menyimpan kenangan tentang kita, tentang sebuah pandangan bersama sebuah senyuman, tentang sebuah tawa bersama canda, tentang kita yang belum jadi apa-apa. Memori itu masih aku simpan rapih dalam ingatan dan akan abadi dalam hati. Entahlah, kenapa terasa berbeda jika ada di dekatmu.

Seperti arus yang terus bergerak, seperti itulah kehidupan kita sekarang. Mencari rahasia kehidupan yang masih tersimpan rapih bersama-Nya. Saling berjuang di jalan masing-masing, saling menitipkan nama dalam doa yang aku harap ada namaku. Kita belajar di tempat yang sama, tapi entah kenapa waktu terasa sulit untuk mempertemukan walau hanya untuk sekedar menyapa. Mungkin untuk saling menjaga hati masing-masing, agar tetap fokus akan apa yang ingin kita raih saat ini.

Advertisement

Persahabatan yang sudah lama kita jalin, apakah akan tetap seperti ini. Seperti orang kebanyakan, padahal dalam hati ada rasa yang berbeda yang ingin disampaikan. Biarkan waktu yang akan memberikan jawab dari usahaku menghalalkanmu dan kesabaranmu menunggu dengan keyakinan aku pasti datang bertamu. Bertemu kedua orangtuamu untuk memintamu menemaniku membuat jejak kaki di dunia ini bersama-sama.

Masih tentang pantai yang dulu pernah mempertemukan hati kita. Akan kah kita kembali lagi dengan hati yang sama, rasa yang masih sama, dan orang yang sama. Apakah sudah berganti cerita dengan pemeran yang berbeda. Jejak yang dulu kita buat benar-benar terhapus ombak dan menghilang bersama waktu. Menghilang, entah kemana.

Masih tentang tentang debur ombak dan tenggelamnya sang surya. Akan kah kita bisa melihatnya lagi, mengingat dulu kita pernah melihat di titik yang sama. Dan Hanya berharap bisa bersama suatu saat nanti. Akan kah semuanya terjadi, semua tentang pantai yang sempat mempertemukan menjadikan sebab kita dipersatukan. Semoga takdir dan waktu memihak pada kita.