Siang itu, saya dan keempat teman saya berniat untuk mengunjungi sebuah pantai demi menenangkan pikiran di tengan tugas dan pekerjaan yang menumpuk. Setelah pencarian yang panjang di internet, kami pun memutuskan untuk pergi ke Pantai Ngitun yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya dan katanya masih sepi pengunjung. Pantai Ngitun atau Pantai Ngetun merupakan salah satu dari banyak pantai di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Perlu bertanya ke beberapa orang dan juga mencari di internet untuk menemukan keberadaan pantai ini.

Pantai Ngitun ini terletak dekat dari Pantai Timang yang lebih dikenal orang. Dari beberapa hasil pencarian di internet, kami menemukan banyak yang menulis kalau jalan menuju Pantai Ngitun itu belum begitu bagus dan masih berbatu. Kalau kalian mau ke sana dengan sepeda motor, bersiaplah untuk melalui jalan berbatu sepanjang 2 kilometer. Bahkan kalau kamu ke sana naik mobil, kamu juga harus bersiap dan berhati-hati.

Sepanjang perjalanan, kami melihat banyak sekali kupu-kupu beterbangan. Jumlahnya pasti mencapai ratusan. Pemandangan yang cantik sekali! Apalagi dipadukan dengan tanaman hijau di kanan-kiri jalan yang menambah segar mata yang memandangnya. Namun, karena banyaknya jumlah kupu-kupu, maka jumlah ulat pun tidak kalah banyak. Jangan kaget kalau banyak ulat dari pohon jati yang bergelantungan atau tiba-tiba menjatuhimu. Tidak hanya satu atau dua, namun sangat banyak. Ukurannya tidak terlalu besar, namun tetap saja mengagetkan dan menyebalkan kan, kalau harus melewati jalan yang berbatu ditambah dengan kemunculan ulat-ulat tersebut?

Setelah melalui jalanan yang menantang dan terguncang-guncang di dalam mobil, akhirnya kami tiba di Pantai Ngitun. Belum ada loket retribusi yang mencantumkan harga tiket masuk, namun kami tetap harus membayar dalam jumlah tertentu yang tergolong murah.

Pantai Ngitun tidaklah terlalu besar, namun karena belum banyak orang yang berkunjung ke sana, ditambah lagi hari itu bukan hari libur atau akhir pekan, jadi pantai tersebut terasa seperti milik pribadi. Meskipun belum banyak pengunjung, namun di sana sudah ada sebuah warung sederhana dan kamar mandi berbayar.

Advertisement

Menuju ke bibir pantai, semakin terlihat bahwa ombak di pantai tersebut bisa dibilang cukup besar dan karena pantai tersebut sempit, jadi pengunjung harus siap ‘disapa’ oleh ombak. Pantai ini sangat cocok untuk kalian yang tidak pernah melewatkan bermain basah-basahan ketika mengunjungi pantai.

Baru beberapa langkah mendekati area pasir yang basah, tubuh saya sudah ‘disapa’ oleh ombak. Perasaan yang menyenangkan! Saya tidak peduli rambut saya mulai kusut karena air laut ataupun kulit yang mulai terasa lengket. Hal terpenting adalah menikmati saat-saat menyenangkan tersebut.

Ketika sedang bermain air, tiba-tiba ada sekelompok kupu-kupu berwarna kuning berterbangan di sekitar pantai. Kurang mengagumkan apalagi coba, perpaduan air laut, pasir putih, sinar mentari, langit bersih, dan kupu-kupu berterbangan dalam satu kesempatan? Sungguh menyenangkan berada di pantai tersebut.

Sementara itu, kalau kalian mau melihat pemandangan pantai dari atas, kalian bisa menaiki tebing yang memiliki jalan setapak. Ketika itu, kami lebih tertarik untuk bermain air, jadi kami tidak naik ke tebing tersebut, padahal pemandangan dari atas sana pasti spektakuler!

Saya sangat suka suasananya yang relatif sunyi sehingga bisa menghilangkan pikiran mumet karena rutinitas. Cobalah mengunjungi Pantai Ngitun di hari-hari biasa untuk menghindari keramaian. Kamu bisa juga berkemah di Pantai Ngitun, lho.