Dengarkah kau derap langkah kaki mungil yang terus semangat mengejar bayangmu yang semakin memudar?

Meski tahu usahanya sia belaka tapi dia tidak pernah berhenti berlari. Terus menatap yakin kedepan,bahwa suatu hari nanti sosok yang dikejarnya akan tersadar ada seseorang yang mengejar punggungnya yang kian hari semakin jauh, akan tersadar ada nafas tersenggal karena letih tetapi tetap memaksa berlari meski sudah terlalu ringkih masih tetap memaksakan langkah kakinya mengayun.

Setiap hari gadis kecil ini memaksakan senyum menyambut fajar berharap usahanya selangkah lebih maju. Dia masih dengan perasaan yang sama setiap harinya. Merindukan Papa. Memori masa kecilnya selalu terekam ulang ketika mendapati sosok Ayah dijalanan sana tengah membonceng anak gadisnya ke sekolah. Selalu ada senyum pahit yang tersimpul setiap kali melihat moment itu.

Setiap kali menyaksikan anak gadis dan papanya tengah bercengkramah dengan hangatnya,seperti ada tombol replay di kepala yang tiba-tiba antusias untuk mengulang lagi bagaimana papa menemaniku, mendengarkan celotehku, menghardik anak lain yang menjailiku, bagaimana papa juga dengan tegasnya membuatku bungkam jika berlaku salah. Otakku selalu antusias menegakkan radar jika menyangkut papa, lidah yang seketika keluh apabila di ajak berbincang mengenai papa, lutut yang tiba-tiba lemas jika mendengar nama papa.

Memori tentang papa terekam jelas di benak. Meski sering kali ku usir dengan paksa, selalu datang tanpa permisi. Lalu, akhirnya bulir air mata tak kuasa menetes disudut mata. Apa yang salah dengan gadis kecil ini? Mengapa papa sama sekali tidak ingin menengok dia tumbuh? Kenapa papa tega meninggalkannya tanpa pamit? Pernahkah gadis kecil ini menoreh luka pada papa? Hingga, Papa tega berlari tanpa berhenti.

Advertisement

Gadis kecil ini akhirnya tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya, jadi lebih tangguh bahkan lebih lebih tangkas dari lelaki sebayanya. Dia berjuang sendiri melawan arus kehidupan yang membuatnya sering terhempas. Tapi tak sedikitpun, ada kata menyerah untuknya. Pilihannya cuman lawan lalu kalahkan. Bukankah setiap manusia memiliki power untuk menantang arus? Agar tidak terhempas lalu tenggelam.

Gadis kecil ini masih terus mengejar sosok bayang papa dan seringkali gemas melihat kehidupan kawannya sendiri. Betapa bahagiannya melihat "rumah" seutuhnya tapi tak pernah dia rasakan. Seringkali dia harus jungkir balik untuk mengejar bayang itu. Memperbaiki diri setiap hari untuk memantaskan diri hingga kelak Papa menoleh kembali dan mengancungkan jempol tanda kebanggaan memiliki gadis kecil ini.

Karena setiap perjalanan yang dia lalui pasti akan menemukan kerikil, lumpur, atau bahkan lumut yang membuatnya terpeleset jatuh. Tapi begitu banyak tangan dan jemari-jemari tangguh dari persahabatan yang erat terjalin membuatnya semakin mantap menata masa depan, yang membantunya bangkit dan berjalan lagi bahkan mungkin berlari lebih kencang lagi.

Suatu saat nanti Papa akan berhenti berlari lalu berbalik dan membuka tangannya lebar-lebar . Menanti pelukan dari gadis kecil ini lalu dengan lirih dia berbisik " Papa, bangga sama kamu,nak! Maafkan Papa. "

Dariku, gadis kecil yang menanti dekapan hangatmu.

_ N C U_