“Jadi hubungan kita tuh apa?”
“Kita jalani dulu aja ya.”

Lalu mingkem. Dongkol. Gondok. Rasanya pengen uyel-uyel mukanya lalu dimasukin ke dalam mesin cuci. Ada yang ngalamin?

Dilepasin atau ngelepasin, kamu nggak mau. Eh, nyatanya entah kenapa malah balik lagi sama dia, terjebak dengan alibi bermodus ‘Aku nyaman sama kamu’. Dipertahanin sama dia, ya gitu KJDA. Hingga sewindu lamanya. Sampai semut segede gajah. Grr.

Yah… Lalu dunia kamu terasa ngambang? Mau bilang sayang tapi bukan pacar. Mau manggil ayang-ayangan, 'kan belum jadian. Mau ngasih perhatian lebih, terus ntar diperhatiin balik, terus malah baper 🙁

Padahal doi baik sama kita bisa jadi cuma karena alasan nggak enak, dan berusaha sopan sama kamu aja, lho. Kemudian terbitlah galau. Aduh, duh, duh!

Advertisement

Sobat-sobat yang cantik dan ganteng hatinya,

Buat makan mie instan aja ada prosesnya, apalagi sebuah hubungan? Tentunya ini untuk suatu hubungan yang serius, bukan hubungan cabe-cabean, terong-terongan, timun-timunan, apalagi jengkol-jengkolan.

Kita Jalani Dulu Aja (KJDA) itu bisa menimbulkan macem-macem rasanya. Bikin galau, bikin nggak enak makan, nggak enak tidur, nggak enak ngapa-ngapain.

Ah, kamu emang nyebelin. Lebih nyebelin lagi karena aku nggak bisa lepas sama kamu.”

Kenapa KJDA?

Menurutku, karena sebenernya dia nggak mau sama kamu, tapi nggak enak bilangnya. Hehehe *peace

Kalo dia sering menghilang, jarang berkabar, banyak cueknya, yes! Kemungkinan besar dia nggak terlalu tertarik sama kamu. Coret segera dia dari hidup kamu. Jangan baper. Nggak ada kata sibuk, hanya masalah prioritas aja. Kalo dia serius ngedeketin, sesibuk apapun, dia pasti berkabar sama kamu. Hei, kamu terlalu berharga untuk diabaikan 😉

Ssstt… yang banyak plintat-plintut, banyak ragu, sudahi sajalah. Jangan mau diombang-ambing nggak jelas!

Kenapa KJDA?

Karena sebenernya salah satu pihak dilanda rasa ketakutan kalau hubungan nggak akan berjalan dengan baik kalau sudah berubah status.

Bisa jadi salah satu atau bahkan kedua belah pihak pernah mengalami kegagalan dengan pasangan sebelumnya. Karena nggak beranikah? Trauma? Lebih hati-hati? Iya bisa jadi, bisa banget. Well, pada dasarnya sebuah hubungan selalu mengalami lika-likunya tersendiri, nggak selalu mulus. So, kamu kamu kamu! Iya, kamu harus sudah sadar dengan segala risikonya.

Kenapa KJDA?

Karena sebenarnya salah satu atau kedua belah pihak sama-sama butuh waktu penjajakan karakter masing-masing. Ini mau ke jenjang yang lebih serius, 'kan? Jenjang partner seumur hidup. Jenjang seatap sampai maut memisahkan; PDKT-lah ya istilahnya.

Boleh jadi si calon pasangan hidup kamu itu lagi sekolah karakter calon pasangan masing-masing. Kira-kira si dia mau nggak nih ketawa-nangis-berjuang-bahagia bareng-bareng? Kira-kira banyak cocoknya atau banyak cekcoknya ntar? Bakal sayang sama keluarga nggak, sih?

Kenapa KJDA?

Karena sebenernya salah satu pihak, terutama laki-laki bisa jadi sedang berusaha keras buat ngehalalin kamu di depan penghulu. Status TTM, Teman Tapi Menikah sudah ada di daftar keduanya. Hahaha, asyik! Semoga kabar baik itu segera datang ya buat kamu!

You know so well lah. Laki-laki punya tanggung jawab tersendiri untuk menafkahi keluarganya. Who knows saat ini dia lagi kerja keras buat bisa segera sama kamu, tanpa banyak kata, dan hanya aksi nyata?!

Ketika segala sesuatunya sudah tepat, langsung deh dia nembak kamu sambil bawa rombongan keluarga. Hmm, cuma mudah-mudahan kamunya nggak keburu diambil orang 😀

Dan, mengenal banyak orang dalam masa berteman itu harus banget! Biar tahu banyak karakter; mari tiru yang baiknya, lalu benahi yang jeleknya. Jangan ngabisin waktu buat menunggu yang belum pasti, lebih baik kita fokus dulu sama sekolah, kerja, (atau travelling) ^o^

Segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan. Di waktu yang tepat menurut-Nya, bukan tepat menurutmu. Tidak pernah meleset, tidak pernah terlambat. Right one in the right time.

So, lagi-lagi kamu kudu sabar dan ikhlas. Kamu juga baiknya terus memperbaiki diri. Jangan lupa sertakan doa yang kenceng dalam momen ‘menunggu’ itu.

Secepatnya, setepatnya. Amin!

Ingat kata Bang Rizky Febian saja!

Akhirnya kita bersama setelah menanti lama

Semoga selalu terjaga

Waktu telah berbicara, menanti tak sia-sia

Karena kau yang kini ada, sangatlah berharga

Semoga penantian berharga kalian disegerakan berujung bahagia!