Sudah sering kali aku mencintai dan sudah sering kali juga aku patah hati. Aku sendiri tidak mengerti mengapa semua ini terjadi pada hidupku ini. Apakah memang diri ini tidak pantas untuk dicintai? Sehingga selama ini hanya kesedihan yang aku dapati di saat aku mencintai. Sempat aku berpikir, begitu kejamnya Tuhan pada diri ini. Karena sering kali aku mencintai tapi akhirnya aku harus patah hati. Tapi aku sadari mungkin ini semua adalah cobaan yang harus aku jalani sebelum mendapatkan cinta sejati.

Semua yang pernah aku alami, telah banyak memberikan pelajaran yang sangat berarti dalam hidup ini. Mulai dari mencintai sampai sakit hati. Ya memang hidup ini penuh dengan misteri yang tak akan pernah bisa untuk kupahami. Tapi paling tidak sedikit demi sedikit aku sudah mulai mengerti bahwa cinta membuatku semakin menyadari arti dari hidup ini.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa hati ini sudah terlalu sering disakiti dan dikhianati. Tapi justru itu semua yang membuatku sadar banyak sekali kekurangan pada diri ini sehingga aku sering patah hati. Mungkin aku terlalu cepat untuk percaya pada seseorang yang hanya memberikan cinta dan kebahagiaan sesaat saja. Atau mungkin aku terlalu cepat menjatuhkan hati pada seseorang yang hanya bisa menggores luka di hati.

Sekarang aku telah menyadari bahwa banyak sekali yang kurang pada diri ini. Dan saat ini aku sedang berusaha untuk terus memperbaiki diri. Ya itu semua agar aku layak dicintai oleh seseorang yang memang sudah di persiapkan untuk diri ini. Aku memang tidak tampan, aku juga tidak menawan tapi aku pastikan kebahagiaan,untukmu wanita yang akan menemaniku duduk di pelaminan. Pengalaman yang sudah aku lalui adalah bahan untuku intropeksi diri agar menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Aku percaya patah hati yang pernah aku rasakan berkali-kali telah membentuk mental yang kuat pada jiwa dan hati ini. Membentuk kepribadian yang lebih baik lagi. Aku percaya suatu saat nanti akan tiba waktuku untuk bertemu denganmu, wanita yang memang menjadi pelabuhan akhirku.

Advertisement

Hai kamu, wanita yang selama ini selalu ada dalam lantunan doaku. Jangan pernah kamu lelah dan berhenti untuk terus memantaskan diri. Teruslah memperbaiki diri dan memasrahkan semuanya kepada sang pencipta. Karena aku disini juga akan terus berusaha agar diri ini layak bersanding denganmu bila tiba waktunya nanti.

Untuk kamu, wanita yang memang sudah ditakdirkan untuku. Selama ini aku mencarimu. Aku menunggumu dan aku menanti kehadiranmu. Tapi mungkin Allah belum mengijinkan kita untuk bertemu. Mungkin Allah menyuruh kita untuk bersabar dan menunggu sampai waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya.Tapi yakinlah dan percayalah bila tiba waktunya nanti kita akan dipertemukan dan dipersatukan oleh cinta-Nya.

Percayalah akan tiba waktunya bagi kita bertemu untuk saling melepas rindu yang selama ini telah membelenggu. Percayalah akan tiba waktunya bagi kita untuk saling bicara melepas segala rasa yang tersimpan di dalam jiwa. Yakinlah bahwa Allah pasti akan mempertemukan dua insan yang memang sudah ditakdirkan bersama. Bukankah sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa Allah menciptakan kita berpasang-pasangan. Jadi jangan pernah lelah untuk menantiku. Jangan pernah ragu untuk terus menunggu. Persiapkanlah hatimu untuk menyambut kedatanganku. Karena aku di sini akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan, bersabar dan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku percaya akan tiba waktunya bagi kita bersama. Menjalin hubungan untuk selamanya bukan untuk sementara. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan kepada kita untuk segera bertemu dan menulis kisah cinta kita bersama. Cukuplah sekarang aku dan kamu untuk memantaskan diri di hadapan-Nya. Agar kita senantiasa mendapatkan rahmat serta hidayah-Nya dalam kehidupan kita. Bersabar dan pasrahkan semuanya kepada-Nya. Pasti akan tiba waktunya bagi kita untuk bahagia. Percayalah.