Jujur saja di usia yang sudah seperempat abad dan masih betah menyendiri dengan alasan “ingin berpetulang” kadang aku merasa bosan dengan pekerjaanku sekarang. Setiap hari menatap layar komputer dari jam 8 pagi hingga 4 sore seperti memeluk kebosanan. Klik ini, klik itu, ya tiap hari seperti itu. Hal yang sedikit berbeda adalah telefon, main dart di ujung ruangan dan bercanda dengan rekan sejawat

Kadang ketika sedang tidak ada agenda, aku menatap keluar jendela ruangan kantor. Rasanya sungguh asik melihat anak-anak bermain di kebun rumah. Mereka tertawa tanpa beban. Benar-benar polos. Berbanding terbalik denganku yang setiap hari memasang wajah sok serius di depan layar tercinta ini.

Apa mau dikata…

Perusahaan tempat sekarang aku bekerja adalah perusahaan kesekian yang aku singgahi. Sejak lulus dari sekolah menengah kejuruan, sempat merantau ke daerah industri Jawa Barat hingga akhirnya pulang karena kangen yang tak bisa aku tahan pada Kota Gudeg ini. Ibarat orang makan, aku merasa kenyang menyesuaikan diri di tempat kerja. Total jika ku hitung sudah 5 kali berpindah kerja, yang jika aku cek sesuai background pendidikanku hanya satu tempat kerja yang bisa aku terapkan ilmunya.

Flashback mulai dari aku lulus…

Advertisement

Sempat pengacara (pengangguran banyak acara) dadakan selama setahun membuatku lumayan frustasi. Bagaimana tidak, 15 lamaran ke perusahaan di Jogja tidak ada yang tembus! Hmm.. Memang Tuhan adil dengan kesemua lamaran pekerjaanku ditolak, aku menjadi anak khas rumahan penurut, sholih dan makan banyak. Akhirnya setelah banyak doa aku diterima bekerja pertama kali.

Aku mensyukuri nikmat Tuhan ini, secara aku hanya lulusan sekolah menengah kejuruan tapi bisa melanglang buana hingga lintas daerah dan tempat kerja. Pertama kali aku bekerja di toko komputer di daerah JEC. Tak genap 2 bulan aku pindah ke Cikarang dan bekerja selama 3 tahun di bidang alat berat. Banyak perbedaan yang aku rasakan ketika harus keluar daerah, mulai bahasa hingga harga kebutuhan pokok yang benar-benar beda. Berlanjut berkarier di Jogja aku direkrut perusahaan IT dan bekerja selama hampir 2 tahun. Perusahaan selanjutnya pun masih bergerak di bidang IT.

Dari beberapa perusahaan yang aku ceritakan tadi, hampir semuanya dihinggapi kebosanan ketika aku bekerja. Bagiku duduk input data sangat membosankan. Melihat kolom seperti tiada habisnya dan takkan pernah habis.

Hingga penantian ini terbayar sudah ketika tanggal muda datang. Wajah sok serius, berkerut, dan kering berubah 180 derajat menjadi segar bugar. Ya gajian. Apalagi yang ditunggu-tunggu oleh seorang karyawan setiap bulannya? Tidak salah yaitu gajian. Ibarat panas setahun dihapus dengan hujan sehari.

Kebosanan yang awalnya mood untuk bekerja berubah ketika notifikasi smartphone berbunyi dan ketika dicek adalah m-banking. Senyum adalah daftar wajib setelah bahagia mendengar kabar. Pastinya kebutuhan bulanan lunas, hutang (mungkin) lunas, hingga rencana jalan-jalan pun bisa direalisasikan. Siklus ini akan terus berulang selama masih kuat bekerja hehe…

Syukur, syukur, syukur…

Saat ini aku masih bisa mengalami siklus bahagia bosan, bahagian bosan, bahagia bosan. Tetap semangat meraih bahagia awal bulan!