Tiada hentinya aku menyobek lembaran kertas kalender yang bertengger di pintu kayu yang sangat rapuh,Sembari menengok keluar jendela,berpantul-lah kibaran-kibaran itu.

Tepat 17 Agustus itu memerah tulisannya,mengubah semuanya menjadi ramai didepanku,riuh tepuk tangan dan teriakan penyemangat menyemarakkan perlombaan itu. Sedangkan aku? Menyunggingkan senyum saja harus dengan titikkan bendungan air mata.Apalah aku ini yang dulunya berperan sangat penting sebelum negara ini bersukacita? hanya bisa melihat pinang yang menjulang tinggi beserta hadiah-hadiah menarik disana

Aku lega,aku berterimakasih,aku terharu,akhirnya ini semua sudah terlewati cukup lama. 71 Tahun adalah angka yang tidak biasa bagiku,melesatnya waktu membuatku takjub. Kini umurku sudah melewati kibaran itu,sudah tidak muda,namun semoga tidak usang.

Indonesia Merdeka adalah harapanku sedari dulu,darahku berceceran demi mereka,nyaris saja aku tiada,Sang penciptalah yang memberiku hidup untuk melihat sisa-sisa kemerdekaan.

Merah Putih itu seakan berpadu,menyatu membentuk ikatan yang tak akan bisa goyah.Aku berharap bangsa ini akan melakukan yang terbaik seperti dahulu.Semoga mereka tidak melupakan piluh perjuangan itu.

Advertisement

Dirgahayu Republik Indonesia ke-71

#MerdeKamu