Kepada kamu yang selalu aku tunggu, bisa minta waktumu sebentar? Ada hal-hal yang ingin aku sampaikan. Aku tahu, kamu pekerja keras dan waktumu tak banyak. Aku berjanji, tak akan menyita waktu produktifmu. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu yang harus aku sampaikan.

Kamu sudah siap mendengarkannya? Aku ingin menyampaikan rasa yang selama ini mengusik hari-hariku. Sebuah rasa yang membuatku gelisah tak menentu.

“Aku sayang kamu…”

Mungkin kamu terkejut dengan pengakuanku. Aku tidak berharap banyak kamu punya rasa yang sama. Aku hanya ingin menyampaikan rasa ini agar kamu mengetahuinya. Aku sudah tidak sanggup lagi menahan perasaan yang telah aku pendam selama beberapa tahun belakangan. Aku tidak tahu sejak kapan rasa itu muncul. Mungkin, rasa itu ada seiring dengan kedekatan yang kita bangun. Pernah suatu hari aku mencoba menghilangkannya, tapi aku tak bisa.

Aku juga tidak tahu, alasan apa yang membuatku sayang padamu. Kamu membuatku nyaman. Aku bisa bercerita banyak hal kepadamu, bahkan kita juga bisa bertukar pikiran mengenai rencana-rencana masa depan. Kamu telah mengajariku banyak hal yang belum ku ketahui. Kegilaanmu tidak menyurutkan rasa sayangku padamu. Mungkin aku terlalu berlebihan jika menyebutmu sebagai sosok yang memiliki segalanya. Kamu bisa menjadi teman gila, dan sahabat yang kerap memberi nasihat. Kamu juga mempunyai sisi kebapakan yang mengayomi dan ngemong.

Advertisement

Ketika berbincang denganmu, rasanya aku tak ingin waktu dan kantuk datang merenggut. Aku suka mengobrol denganmu meski terkadang topik yang dibahas tidak jelas. Namun, hal itu yang membuatku selalu rindu. Di kala kita memiliki jeda waktu panjang, aku rindu dengan segala canda tawa dan ejekanmu. Entahlah, aku merasa duniaku dekat dengan duniamu.

Terkadang, aku berharap bisa menjadi yang sah bagimu dan berbagi ranjang tanpa rasa malu. Membuatkan sarapan dan memasak semua makanan kesukaanmu. Mengingatkanmu agar tidak terlalu letih bekerja, memijit punggungmu di kala malam, dan memelukmu ketika muram. Aku tahu, ini semua berlebihan. Tapi, tidak ada salahnya kan berharap yang baik-baik?. Gusti meminta hamba-Nya untuk berusaha. Aku telah berusaha, menyayangimu apa adanya.

“Aku sayang kamu…”

Hanya itu yang ingin aku sampaikan. Sekali lagi, aku tak berharap banyak. Aku hanya ingin kamu mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Dengan demikian, aku bisa merasa lega karena tidak terus menerus membohongi diri sendiri. Aku harap, ini adalah waktu yang tepat untuk membongkar semua isi hatiku sebelum semuanya terlambat. Terimakasih kamu sudah mau mendengarkan semuanya…