Kata Cinderella "A dream is a wish your heart make" dan hal itu benar karena sekitar 10 tahun setelah saya punya suatu mimpi, saya dikejutkan kenyataan bahwa mimpi itu kesampaian juga!

Awal mulanya, waktu SD saya baca koran dan menemukan artikel mengenai hotel yang dibuat sepenuhnya dari salju di Finlandia. Lalu, saya jatuh cinta begitu saja…. Saya gunting fotonya, saya simpan di map plastik khusus, dan sering saya buka sambil baca berulang-ulang artikelnya.

Mimpi itu jadi kenyataan di Arctic Snow Hotel & Glass Igloo, Rovaniemi, Finlandia.

Jaraknya dari pusat kota Rovaniemi sendiri sekitar 20 km, tepatnya di Sinetta, bisa dicapai dengan naik taksi (60 euro) atau reservasi supaya dijemput pihak hotel (15 euro/person). Jadi kalo berempat perginya, naik taksi tidak rugi, tapi kalau perginya berduaan atau bertigaan lebih untung ikut jemputan saja.

Winter di nyaris ujung utara bumi lumayan ekstrem karena selain suhunya sedingin kulkas bahkan lebih dingin dari kulkas, hari cepat sekali gelapnya. Iya, matahari hanya muncul pukul10.30 sampai 14.30. Tapi, langitnya indah, cerah dan ada semburat warna oranye-pink, ditutupi pepohonan bersalju dan segala hal yang ada di darat tertutup tumpukan salju berpuluh sentimeter.

Advertisement

Benar-benar seperti postcard winter wonderland. Pantas saja Santa Claus betah di sana!

Arctic Snow Hotel terdiri dari beberapa bangunan, ada glass igloo (bagi yang ingin menginap di suhu kamar biasa dengan atap kaca untuk lihat fenomena Northern Light atau yang kita kenal dengan Aurora di malam hari), snow hotel, main building, snow sauna, dan beberapa restaurant.

Pengalaman di sana benar-benar pengalaman menginap paling unik dan seumur hidup tidak bakal lupa! Saat menginap di Arctic Snow Hotel, jangan berharap dimanja fasilitas seperti hotel pada umumnya, ya. Kecuali kita menginap di glass igloo, sebenarnya tidur di snow hotel lebih terasa seperti camping masal, loh.

Pertama-tama rombongan yang baru hadir (sekitar 5-7 families) diajak masuk ke main building di mana kita dapat melakukan check-in dan diberi tawaran untuk reservasi dinner, mencoba snow sauna, alarm jika di tengah malam tiba-tiba muncul aurora, dan sebagainya.

Setelah berhangat-hangat di main building, kita diajak tour keliling snow hotelnya. Di sana guidenya mengajak kita masuk ke igloo besar yang dibangun sepenuhnya dari es. Walau pun bernomor, setiap kamar tidak punya pintu permanen, hanya kain penutup.

Jadi, kita harus siap untuk tidak terlalu menjaga privasi di sana dan mau berbagi sama tamu yang lain karena kadang mereka ingin foto-foto, khususnya untuk tamu yang pesan kamar suite karena pahatannya lucu-lucu dengan tema yang berbeda tiap kamarnya. Ada yang berbentuk pahatan polar bear, ada yang gambar wajah, ada yang isinya patung es burung, saya sendiri dapat yang desain kasurnya dari bunga, dengan dinding yang dipahat bunga cantik dan permainan lighting warna-warni yang keren.

Mampirlah juga ke chapelnya yang terasa romantis karena terbuat dari es putih dan bagian kursi hadirinnya dilapisi bulu binatang asli yang lembut dan berwarna putih juga. Lalu kita masuk ke locker room, di sana guide akan menjelaskan cara tidurnya: ambil sleeping bag, ambil selimut pelapis di dalam, ambil bantal, cukup pakai satu lapis baju lengan panjang dan jaket, jangan lebay! Dengan pemakaian sleeping bag yang benar, panas tubuh akan membuat kita hangat dengan sendirinya.

Jadi, di dalam snow hotel hanya ada kamar dan loker yang bisa dipake tidur buat yang udah nyerah sama suhu yang mengigit. Nah loh, kalo mau ke belakang, mau berhangat-hangat di perapian, mau ambil barang di koper, mau ngobrol-ngobrol cantik di mana doooong?

Ya kembalilah ke main building. Itulah salah satu fungsi dari main building yang benar-benar terasa jadi shelter di tengah ganasnya suhu kutub! Walau tidak mewah, fasilitas main building bersih dan lengkap seperti adanya wifi, unlimited hot cranberry juice, toilet, shower, dan segala colokan!

Habis itu kita dipanggil buat mulai snow sauna dan traditional Finnish sauna. Pengalaman ini juga baru bagi saya yang enggak begitu suka sauna karena ga kuat panas. Snow sauna berbeda karena setelah berbalut selembar handuk saja, kita harus jalan setengah berlari menahan dinginnya alam terbuka untuk menuju bangunan snow sauna. Di dalem ruangan yang kurang lebih ukurannya 2 meter persegi itu kita dikasih waktu 10 menit saja untuk merasakan sauna yang berbeda dari biasanya.

Jadi walaupun bangunannya terbuat dari es di bagian dalam, masih bisa nahan uap panas sehingga lelehannya bikin suhu udara di dalam jadi terasa hangat.

Sampe jam 10.30 malam, main building masih ramai. Akhirnya menjelang tengah malam main building mulai sepi, semua masuk ke kamar buat tidur. FYI, suhu di dalam snow hotelnya sendiri stabil di kisaran 0 sampai 4 derajat celcius sementara di luar sana suhunya -14 derajat celcius di siang bolong dan kalau mulai malam gosipnya sih -20 derajat sampai -25 derajat.

Di kamarlah segala keseruan mulai terjadi. Mulai dari kedinginan sampai rempong berjuang memasangkan sleeping bag di atas kasur es. Belum lagi perjuangan lari ke toilet setelah main building tutup di jam 11.30 malam. Makin seru saja karena harus nahan pipis sambil jalan cepat di tengah suhu yang makin drop dan sekarang harus muter ke bagian belakang gedung.

Tapi perjuangan sesungguhnya adalah berusaha tidur di tengah kedinginan yang sangat. Tiap menit benar-benar terasa seperti tidak ada ujungnya karena dihabiskan dengan menahan dingin yang mengigit, angin yang mulai bertiup pas menjelang subuh, posisi sleeping bag yang belum pas.

Jam demi jam dihabiskan dengan mendengar derap kaki night watcher di lorong, suara dengkuran tetangga, ganti posisi karena pegel plus kedinginan, bahkan suara hembusan angin terdengar saking sunyinya! Pengen banget cepet jam 6 pagi, karena saat itulah main building buka.

Ada jam-jam di mana saya menggigil, ngantuk, gak bisa bobo dan bertanya-tanya kenapa saya bayar buat disiksa kayak begini? :’)

Menjelang subuh, saya yang sudah kehabisan akal mencari posisi tidur yang hangat dan nyaman mulai habis tenaga karena bolak balik mengatur posisi selimut supaya tidak hanya hangat di satu bagian kepala saja dan memastikan diri tidak kehabisan napas. Akhirnya saya bertekad : GUE HARUS TIDUR.

Saya mengingat-ingat tips n trick dari guide di locker room tadi, salah satunya adalah tarik tali pengencang bagian kepala sekeras-kerasnya biar makin ngebungkus badan. Maka setengah mati saya tarik tali pengencang di dekat kepala lalu berhasil bikin celah yang hanya sebesar area mata+hidung. Barulah di situ saya merasa hangat sekali, sesuai kata sang guide. Lalu blassssss…. Pules deh tidur sampe pagi. Niat buru-buru pergi di jam 6 pagi malah molor sampe 7.30 pagi.

Itu salah satu pengalaman tidur paling unik dan bersejarah saya. Bangun-bangun, petugas datang membawakan hot berry juice dan ngajak sarapan.

Saat check out, kita dikasih sertifikat yang menyatakan kalau kita sudah berhasil survive di kondisi arctic semalaman! Rasanya sertifikat ini tidaklah berlebihan, karena sungguh.. Perjuangan sangat diperlukan agar bisa survive di sana.

Memenuhi kebutuhan jasmani untuk buang air kecil, untuk memperoleh kehangatan, untuk memperoleh tidur yang layak, semuanya diuji di snow hotel! Belum pernah saya tidur dengan rasa khawatir kena frostbite, atau hipotermia, atau kenapa-kenapa gitu dalam tidur karena kedinginan. Saya yang 20 tahun hidup di suhu 22-30 derajat tiba-tiba harus diem di suhu kulkas yang artinya ngedrop 20 derajat celcius.

Tapi semua itu terbayar ketika besok paginya kita duduk2, makan sarapan enak sambil minum juice berry hangat, dan tertawa-tawa menceritakan perjuangan masing-masing kami melewati tadi malam hingga berhasil survive pagi ini! Wohoooooo! We’ve made it!

Hari itu, selain belajar bahwa dreams do come true, saya juga belajar bahwa realita itu tidak pernah seindah yang kita bayangkan. Tapi kalau semua hal berjalan mulus sesuai rencana dan indah sesuai keinginan kita, terus di mana asiknya?

Kalau malem itu saya tidak kedinginan dan terus tertidur nyenyak sampe pagi, apa bedanya sama hotel lain yang biasa saya datangi? Justru itulah uniknya hotel salju ini!