Halo, tetap dari jarak dan kejauhan yang sama. Dengan hati yang masih mengharap namun pikir telah terkoyak. Apa kabar? Bukankan indah jika kita hanya terpisahkan 0km? Masihkah kau bertahan dengan jarak 296km ini? Ku harap iya.
Aku dan hatiku sedang berusaha. Kau tahu, usaha apa? Usaha yang tak menghasilkan uang. Usaha yang lama kelamaan akan memakan perasaan. Mengusahakan rindu agar tertahan.
Ku kira aku pernah melalui yang lebih dari ini. Tapi, kali ini si rindu bikin aku benar-benar berpikir keliru. Lama-lama si rindu makin menggebu.
Aku tak tahu sampai kapan akan menahan untuk tidak menerobos 296km ini. Benar. Pikiranku terkoyak. Ingin rasanya pergi untuk menebus rindu. Sekarang ini juga. Pada detik ini juga. Dan hembusan nafas ini juga. Namun apa? Tak akan mampu.
Kini. Aku diam dalam pertanyaan di hatiku. Apakah kamu juga begitu? Membiarkan dirimu masuk dalam candu rindu, yang lama-lama membuat pikiran dan jantungmu tak berjalan semestinya. Apa cuma aku yang begitu?
Ah, kamu. Aku tak pernah bergurau. Aku tak pernah tau jika menahan rindu akan jadi setengah mati pilu.