Jangan Membuat Kami Membenci Banyak Orang.

Kebencian adalah suatu hal yang melambangkan ketidaksukaan. Hal ini juga merupakan suatu keinginan untuk menghindari. Jika kita mempunyai rasa benci ini, apakah kita layak disalahkan?. Hampir setiap orang mempunyai rasa benci ini, bahkan tidak bisa membohogi diriku sendiri, akupun memilikinya. Entah apa yang menjadi pemicunya tapi tiba-tiba dia datang begitu saja. ya setiap kebencian pasti ada alasannya. Entah alasan yang bisa dibenarkan atau disalahkan. Tapi yang pasti rasa benci ini seperti virus yang bisa menyebar kemana saja dan kepada siapapun. Jika aku bisa menyimpulkan, kebencian lahir dari kebenaran. Ketika kebenaran itu keliru maka kebencian itu lahir.

Setiap manusia selalu menjunjung tinggi yang namanya kebenaran. Kebenaran akan suatu fakta. Tapi bagaimana jadinya jika suatu kebenaran itu merujuk kepada subjeknya? Maka kebenaran bukan lagi suatu fakta.

Di zaman yang semakin kejam ini, kebenaran tidaklah menjadi terutama. Kebenaran itu tidak lagi masalah tentang fakta atau kenyataannya. Tidak. Semua itu masalah pada subjeknya. Jika kamu seorang yang kelas bawah, kebenaran tidak akan pernah milikmu. Sebaliknya jika kamu kelas atas, kebenaran akan memihakmi. Karena kebenaran bukan melihat APA yang dilakukan tapi SIAPA yang melakukan. Lihatlah, betapa kejamnya dunia ini. Betapa tidak adilnya dunia ini. Kenapa harus ada perbedaan kelas diantara manusia yang sama dimata Tuhan.

Aku tahu setiap manusia mempunyai kepentingan dan tujuan masing-masing, tapi bukan berarti kamu harus mengorbankan kebenaran demi kepentinganmu. Kamu tahu apa yang mereka alami ketika kebenaran itu menjadi keliru? Hidup dan masa depan mereka sudah tidak bernilai lagi, harapan-harapan kecil mereka kamu ambil secara paksa. Tidakkah kamu mempunyai sedikit rasa kasih?

Advertisement

Didalam kepelikan keadaan yang seperti ini, siapakah yang pantas disalahkan? Tentu saja mereka para kelas atas. Tapi sayangnya mereka tidak akan pernah disalahkan atas hal apapun itu. Mereka akan selalu siap untuk membela diri, mengatakan dengan keras bahwa Akulah yang Benar. Lagi-lagi merekalah para kaum kelas bawah yang mejadi korban.

Jika keadaannya sudah seperti demikian, seharusnya ada orang yang bisa menetralkan keadaan ini. Tapi sungguh kejamnya, dunia ini tidak mempunyai orang-orang seperti itu. Orang yang mempunyai jabatan terhormat harus bisa menyelesaikan ini tapi tidak, ia malah sebaliknya menjadi pengikut para kaum kelas atas tersebut. Bagaimana bisa kebenaran itu ditegakkan, jika sudah seperti demikian? Akakah ada satu orang saja yang menjadi superhero di dunia ini?

Banyak yang ingin menjadi superhero. Mungkin tidak dengan perbuatan tapi dengan sebuah tulisan kamu sudah sangat membantu mereka. Tapi lagi-lagi mereka kaum kelas atas mengancammu dengan seribu perlakuan buruk. ketika kita mengkritisi mereka, kita dianggap pemberontak. Karena itu mereka akan memusnakan siapa saja yang berani berteriak tentang sebuah kebenaran.

Betapa lemahnya sebuah kebenaran itu. Ia bisa dengan mudahnya dipermainkan. Tapi jangan salah kebenaran itu sangatlah kuat. Karena ketika dia terjadi, maka habislah mereka yang mengubur kebenaran itu. Untuk menjadikan kebenaran itu nyata memang tidaklah mudah. Butuh perjuangan, pengorbanan bahkan harga diripun tidak ada lagi ada harganya. Kita dianggap benda mati oleh mereka. Kita dianggap orang bodoh yang tidak mengerti apapun oleh mereka.

Tidak masalah bagiku jika kamu menghindariku bahkan tidak menyapaku, tidak masalah jika kita saling membenci. Untuk apa saling menghargai jika dari awal kita tidak pernah menghargai. Tidak perduli kamu menghinaku, Juga tidak perduli kamu siapa, tujuanmu apa, jabatanmu apa, aku tidak peduli. Aku tidak akan pernah menjadi bonekamu. Tidak akan pernah. Kamu bukanlah siapa-siapa dimataku. Aku adalah orang yang akan membuktikan bahwa kebenaran itu benar-benar ada. Dan akan kubuktikan betapa hinanya kalian untuk hidup didunia ini. Kalian adalah sampah dunia yang harus dimusnakan. Jangan membuat kami membenci banyak orang hanya karena mulutmu yang tidak beres itu.