Aku berada dekat sekali dengan pesawat yang akan segera mendarat. Aku sangat menikmati sinar lampunya yang tampak indah di malam hari yang tak kalah indah dari bintang-bintang di langit. Di hari itu di bulan Desember kunikmati di bawah pesawat-pesawat itu bersama dengan teman-teman baruku.

Kesempatan terakhir untuk saling berkumpul dengan teman-teman baruku dan juga pesta perpisahan dengan mereka. Teman-teman yang baru aku kenal dan aku baru saja berusaha mengenal mereka lebih dekat, namun harus segera berpisah, karena masing-masing punya jalan hidupnya masing-masing.

Ya, di akhir tahun 2016 ini aku harus mengucapkan salam perpisahan. Salam perpisahan itu tidak hanya ditujukan untuk mereka, tapi untuk segala usaha dan perjuanganku melalui setiap cobaan dari-Nya. Kadang aku selalu membayangkan kapan ini akan berakhir? berapa lama aku harus berada di sini? Kenapa aku harus menjalani kerangka yang tidak aku inginkan. Namun, aku sadar yang terpenting adalah aku harus menerima dan melakukan setiap rencana Tuhan yang aku anggap sebagai sebuah kegagalan.

Suka tidak suka, mau tidak mau kau harus menjalaninya dengan ikhlas.

Berapa lama waktu yang kau habiskan jangan pernah engkau hitung.

Advertisement

Bersahabatlah dengan setiap harapanmu yang belum terwujud.

Namun, aku harus meyakini kegagalan dalam setiap usahaku sebagai tantangan dari-Nya. Jika aku berhasil melewatinya aku akan dapat sesuatu yang lebih dari sekedar yang aku harapkan, karena Tuhan Maha Kaya, Tuhan Maha Tahu.

Bagi kita adalah sebuah kegagalan, tapi bagi Tuhan itu caranya untuk memberikanmu sesuatu yang lebih dari yang kau inginkan

Aku mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru dalam hidupku yang nyatanya tidak mudah. Butuh waktu untuk saling mengenal dan memahami karakter masing-masing. Meskipun ada ketidaksukaan yang mendera, tapi balik lagi aku harus bertahan hidup dengan orang-orang yang masih baru dalam hidupku. Aku belajar untuk perlahan-lahan membuka diri siapa aku sebenarnya dan membaur bersama mereka. Itu langkah pertama buat aku nyaman menjalani setiap tantangan dari-Nya. Dengan cara itu lah setiap beban tidak akan terasa berat lagi.

Kamu hanya perlu membuka jati dirimu dengan itu cobaan dalam hidupmu akan terasa ringan

Jangan ragu untuk mengungkapkan jati dirimu karena itu awal dari rasa bahagia.

Cintai apa yang kamu lakukan dan jangan peduli terhadap hidup orang lain yang kamu anggap lebih bahagia darimu.

Buatlah hidupmu lebih menarik dan tunjukan kalau kamu bahagia dan bukan sebaliknya.

Jalani setiap harapanmu yang belum terwujud dengan bahagia.

Selalu optimis bahwa Tuhan lebih mengerti kita dibandingkan diri kita sendiri.

Sampai pada suatu waktu tanpa kau sadari segala harapanmu yang tidak kau inginkan berakhir sudah.

Berakhir bersamaan di akhir tahun ini.

Selalu optimis bahwa Tuhan lebih mengerti kita dibandingkan diri kita sendiri

Segala peluh dan keringat telah kau curahkan untuk mengarungi apa yang namanya kehidupan. Meski harus terhenti sejenak itu bukan berarti suram. Ini adalah kesempatan kamu untuk menghimpun energi yang besar, yang kamu butuhkan untuk melompat lebih tinggi.

Tak apalah terhenti sejenak jika nantinya kamu dapat melompat lebih tinggi

Memang tahun baru tak menjamin hidupmu lebih bahagia daripada tahun-tahun sebelumnya. Apresiasilah segala usaha yang telah kau torehkan di tahun ini dan mulailah merancang resolusimu di tahun baru dengan selalu memperbaiki diri.

Segala harapan untuk hidup yang lebih baik lagi, namun tak berkesan lebih baik dari yang sebelumnya. Begitu sebaliknya, jika kamu merasa hidupmu lebih baik daripada sebelumnya, pasti ada yang lebih baik dari yang kau anggap baik, karena lebih baik tidak akan pernah ada akhirnya. Teruslah berusaha, kejarlah impianmu. Apapun rencana Tuhan untukmu, persiapkan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik hanya itu yang perlu kamu tahu.

Jadi, Apa resolusimu di tahun 2017?