Aku yang telah menyimpan perasaan lebih dari setaun belakangan ini. Sengaja memendam perasaan hanya aku yang tau, aku lebih memilih untuk membersihkan dan menyembuhkan bekas lukaku yang terdahulu. Karena aku tak mau kamu hanya menjadi pelarianku. Aku ingin mengosongkan dan dan menata hatiku untuk menyambut dirimu agar nyaman bersama diriku. Mencoba memantaskan diri apakah aku memang layak untukmu. Setahun berlalu aku mencoba untuk memulai membuka hati dan memastikan bahwa hatiku telah bersih dan siap menyambut dirimu.

Kamu sosok Selama ini yang mungkin tuhan kirim untuk menggatikan dia yang menanam perih kamu datang untuk mengobati luka yang ada di hati. Tanpa disadari Setiap hari kita selalu bertemu dengan senyum dan indah matamu, membuatku mulai melupakan masalaluku.

Perlahan tapi pasti kehadiranmu membawaku optimis untuk menyongsong masa depan yang yang cerah bersamamu. Semoga itu bukan hanya sekedar anganku.

setiap melihat sosokmu dihadapanku mata ini tak berani menatapmu secara dalam karena aku sadar mungkinkah semua harapan yang ada dalam hatiku akan bisa menjadi kenyataan. Sederhana inginku kamu selalu berada di sampingku menemani setiap hariku, menua bersama, hingga nafas telah terhenti untuk memisahkan kita. Disaat Aku mulai memberanikan untuk mengungkapkan perasaan. Namun terkadang kenyataan berbanding terbalik dengan kenyataan, saat ini kamu memilih untuk menghindar. Pada awalnya aku sangat percaya bahwa kamu (mungkin) punya perasaan yang sama. hingga pada saat ajakanku kau terima. kita pergi bersama pada suatu acara di gedung cakrawala waktu itu dimana aku merasa menjadi orang paling bahagia yang tidak bisa dikatakan dengan kata kata.

dapat melihat senyum sumringah dan tawa lepas di wajahmu seakan aku ingin memberhentikan waktu saat itu.

Advertisement

Namun setelah momen itu aku melihat ada yang berbeda dengan sikapmu. Kamu mulai sedikit menjauh dariku yang terbukti dengan sama sekali tidak membalas message yang aku kirimkan berlanjut dengan chat chat singkat cuek atas chat yang aku kirimkan. Aku tersadar bahwa aku telah berbuat kesalahan . Aku baru pada sebuah momen dimana aku menjawab pertanyaan dari salah seorang teman yang merasa heran bagaimana aku dan kamu bisa datang bersama dimana kita terlihat tidak pernah ada hubungan diantara kita. dimana aku menjawab tidak sesuai dengan kenyataan terkesan tidak menghargaimu keberadaanmu dimana dengan jawabanku itu mungkin sangat melukai persaanmu. namun percayalah bahwa aku tidak bermaksut seperti itu. Aku sungguh telah mempersiapkandan menata hati hanya untukmu. untukmu yang masih ragu percaya dan yakinlah bahwa hati ini telah tertata rapi untuk dirimu.