Satu janjiku, aku akan selalu mencintaimu dalam ketaatanku.

Malam semakin indah sejak aku bertemu denganmu. Pagi pun semakin cerah sejak kau datang dalam hidupku. Kau datang di saat hati ini rapuh dan membutuhkan bahu untuk bersandar, dan kau dengan mudahnya menempati posisi itu.

Bersama menjalin kisah denganmu tiada terduga sebelumnya di hidupku. Aku bahagia, meski tak setiap saat kau berada di sampingku. Jarak memang telah memisahkan kita, tapi tidak dengan hati kita. Kau dan aku selalu satu. Tiada peduli seberapa besar jarak yang membentang di antara kita. Aku akan selalu menyayangimu, kau juga selalu menyayangiku.

Suatu hari kau pernah bertanya padaku, akankah hubungan ini dapat terus bertahan setengah jarak yang membentang di antara dua kota. Apakah kau tak percaya padaku? Kita memang tak seperti pasangan lain yang bisa bertemu kapan saja mereka mau tanpa terhalang jarak. Namun aku berhasil membuktikan padamu, jarak tak sanggup memisahkan kita.

Kau datang melengkapi hidupku, sempurnakanku dari semua kekuranganku. Aku bisa melihat ketulusan cinta yang nyata darimu. Nyaris, tiada cacat dalam hubungan kita. Kita saling menyempurnakan dari ketidakberdayaan hati dan sepinya seorang diri. Tapi mungkin kita terlalu terlena hingga melupakan satu hal, bahwa Dia yang di atas sanalah yang harus mendapat prioritas utama dalam cinta. Pada kenyataannya, hakikat cinta yang kita bangun bersama tak akan ada tandingannya dibandingkan kuasa-Nya. Kau dan aku pun akhirnya hanya pasrah menerima takdir saat hati terkoyak oleh sebuah permasalahan pelik yang kemudian memaksa hubungan ini harus diakhiri.

Advertisement

Tak mudah menjalani hari selepas kau pergi. Tapi aku percaya, Tuhan sayang kita sehingga Dia pisahkan kita demi pertemuan abadi bersama orang yang sudah ditetapkan-Nya. Jika kelak kau adalah orang yang dimaksud itu, aku harap kau kembali dengan hal-hal yang lebih baik dari pertemuan sebelumnya, begitu pula aku.

Aku menunggumu, bukan saja atas nama cinta, tapi atas nama rindu yang sudah kutautkan dalam doa-doa yang kurangkai indah kepada-Nya. Entah dikabulkan atau tidaknya doa-doaku ini, aku tak akan pernah menyesal memanjatkannya dalam pagi yang dingin, siang nan terik, serta malam-malam yang sendu.

Dalam rindu hati ini, selalu kuselipkan namamu dalam setiap sujudku. Mungkin aku tak bisa menggapaimu dengan tanganku, tapi dengan doa, aku akan selalu menaungi hatimu. Mencintaimu adalah hal yang istimewa, apalagi jika kelak bisa memiliki dan menyatukan hatimu dalam kasih suci yang Dia ridhoi.

Aku selalu rindu dan ingin bertemu. Aku menyayangimu. Namun apalah dayaku. Mungkin saat ini akan lebih baik jika aku memantaskan diriku terlebih dahulu sehingga nanti aku lebih layak mencintai dan dicintai olehmu.

Tak ada yang perlu untuk dipaksakan. Biarlah semua berjalan apa adanya sesuai dengan ketetapan-Nya. Lanjutkan hidupmu, dan aku akan lanjutkan hidupku. Aku tak memaksakan takdir berpihak pada kita. Cukup kita percaya bahwa apa yang telah ditetapkan Tuhan tak akan pernah keliru. Jika kita memang ditakdirkan bersama, kelak kita akan sampai pada cinta yang hakiki, cinta yang akan menyatukan kita selamanya. Jadi, percayakah kau padaku? percayakah kau pada takdir Tuhan padamu dan padaku? Jawaban itu akan diurai oleh-Nya bila kau selalu memanjatkan kata-kata indah dalam setiap doamu.