Kenangan yang telah terukir indah, lenyap semua. Segala impian yang belum terwujud kandas di tengah jalan, menjadi tabu, menjadi semu, dan mungkin akan menjadi tak berarti.

Segalanya yang tidak pernah disangka dan diduga, terbuka dengan sebuah kisah dan jawaban. Ketika harus menelan kisah nyata yang begitu menyiksa diri dan batin. Berharap itu hanyalah sebuah mimpi. Janjipun semua hanya tinggal janji yang takkan terpegang lagi. Merenung serta meratapinya dari detik demi detik hingga hari demi hari. Entah apa yg terjadi ketika itu, dan entah apa yg telah diperbuatnya dulu. Percayaku telah hilang karenamu. Seperti seribu pukulan keras yang mememarkan sekujur tubuh, membuat luka yang begitu dalam dan sulit terobati. Hancurkan dan luluh lantahkan semua percayaku padamu.

Tak ada cara lain untuk menyembuhkannya kecuali dengan mesin pemutar waktu yang tidak mungkin bisa didapatkannya. Hanya kesemuan dan ketabuan yang kini dapat menemaninya. Entah apa rencana Tuhan di balik semua ini dan sampai kapan terus seperti ini. Berada di ke-abuabuan yang semakin tak jelas.