Untuk sejuta harapan dan impianku. Hanya satu yang aku inginkan dari sejutanya, yaitu hidup denganmu selamanya. Kau tahu, ada hal yang tak pernah kau ketahui tantang diriku dan perasaan ini sebenarnya. Aku ingin melihat, kau mencarinya. Mencari yang tak terlihat. Mencari apa yang tak didengar.

Tapi untuk kesekian kalinya, kau tidak memahaminya. Kau selalu bilang semuanya terasa berakar tak pernah berujung. Kau butuh yang nyata bukan khyalan semata. Kau butuh kepastian bukan keraguan. Dan aku juga menginginkan yang sama, yeah, sama sepertimu. Aku tidak bisa mengabaikanya.

Sudah hampir enam tahun lamanya bukan, kita bersama? Namun, tetap saja kau masih mempertanyakan hal yang sama. "Apa mungkin kita bersama-sama?", "Aku takut, penantian ini akan sia-sia?". Dan untuk ratusan juta kalinya aku mengatakan. "Sayang, dua hal yang harus kau ingat percaya dan yakin, semuanya akan baik-baik saja sampai tiba saatnya". Sampai saat itu tiba, teruslah tangan kita menggenggam,untuk saling menguatkan.

Karna kita tahu, hati memilki semua yang kita butuhkan, bukan yang kita mau. Dan bersabarlah, meski terasa jenuh. Tetap bertahan meski halangan menghadang. Bukan untuk menghalalkan segala cara untuk bersama, namun bertahan untuk sebuah harapan yang kita punyai dan masing-masing kita menginginkanya.

Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau. Kau tahu, hatiku ibarat rumah yang sekali pun tidak kubiarkan orang lain untuk menjadi tuan atau penghuni di dalamnya, kecuali dirimu yang akan kusediakan di dalamnya fasilitas kenyamanan dan kebahagian yang tidak akan perna kau temui di mana pun serta kemewahan serta kekayaan yang tidak pernah dijamah oleh siapapun yaitu cinta.

Advertisement

Jarak biarlah jadi pemisah ragaku juga ragamu, namun tidak untuk hati. Meski awalnya, aku menapik bahwa ketika engakau merindukan seseorang, maka pejamkanlah matamu maka semuanya kan akan terasa lebih dekat dan dekat. Dan kemudian kita mencobanya, setiap kali rindu ini terasa membunuh kita.

Tawa, canda, senyuman, juga tangis melekat sangat erat di pelupuk mata yang terpejam. Dan terkadang dirimu datang secara tiba-tiba entah dari mana. Iya, aku tau itu hanyalah bayangmu saja namun tetap saja untuk sekain kalinya aku mengejarnya mencoba menggapainya serta menggenggam erat tanganmu hingga memelukmu meluapkan semuanya pada pundakmu yang selalu bersedia aku tumpangi setiap saat.

Untukmu pria yang aku cintai, jangan pernah letih untuk mencintaiku, jangan pernah bosan untuk terus menjadi kekuatanku dan jangan perna ragu untuk kasih yang tak perna ku tau sebesar dan seluas apa. karna kata-kata saja tidak cukup untuk mewakili semua perasaanku padamu. Karna semuanya terasa mengalir apa adanya dan senatural mungkin tanpa ada apanya.

Bersabarlah di sana dengan penantian untuk kehadiranku, dan aku di sini akan selalu menjaga hati ini untukmu, selalu untukmu. Hatiku tak bisa perpaling kemanapun. Tertutup rapat, hingga sehalus udara pun tidak mampu menembusnya. Semuanya masih terbingkai indah, dengan tali kesetian yang melengkapinya. begitu halnya dengan hatimu. yang telah tertambat mati untukmu.

"Aku menjadi bagian hidupmu, Kau pun menjadi bagian hidupku"

Dan yang tak kau ketahui tentang diriku adalah Bahwa memilkimu sudah cukup bagiku dan Memilikimu adalah Hal terbesar di hidupku.

"I will always love you and you'll be the last for me".