Bagaimana gadis kecil itu bisa mempercaya manusia lainnya, jika malaikatnya saja meninggalkannya.

Manusia biasa itu seketika berubah menjadi malaikat untuknya, malaikat yang memberikan kebahagiaan dan menjanjikan selamanya. Malaikat yang kepadanya dia merangkai mimpi dan masa depan bersama.

Malaikat yang tampak jauh lebih dewasa dari umur aslinya. Malaikat yang dia percayakan kata-katanya. Dan dia adalah malaikat yang menawarkan untuk mengepakkan sayap-sayapnyanya sebagai tempat perlindungan.

Gadis kecil itu menganggap dunia seketika menjadi surga, senyum kebahagiaan selalu tampak dari wajahnya. Bagaimana tidak, malaikat itu mengumumkan kepada dunia bahwa dia akan berada disisinya selamanya.

Kebahagiaan tidak lagi menjadi kebahagiaan. Malaikat itu seketika kehilangan sayapnya. Tidak, itu bukanlah kehilangan, malaikat itu tidak pernah memilikinya. Tidak, tidak juga. “Dia bahkan bukanlah malaikat”.

Advertisement

Gadis kecil itulah yang melukiskan dua buah sayap pada diri manusia biasa sepertinya. Dan gadis kecil itu yang memutuskan untuk menjadikannya sebagai malaikat. Malaikat untuknya. Malaikat kebahagiaan, malaikat perlindungan, malaikat dengan dua buah sayap yang dia harapkan bersama selamanya.

Tapi kini, manusia itu memutuskan mengembalikan sayap-sayap yang telah usang kepada gadis kecil itu. Manusia itu memutuskan menerima sayap-sayap yang jauh lebih indah dan meninggalkan gadis kecil itu demi sayap yang jauh bersinar diluar sana.

Jadi, bagaimana gadis kecil itu bisa mempercaya manusia lainnya, jika malaikatnya saja meninggalkannya..