Inilah perjalanan hidup bukan hanya sekedar menikmati warna warni yang terlukis pada dinding hari dan waktu namun jauh untuk lebih bisa memahami setiap kejadian hidup yang telah dilaluinya. Bukankah tak seorang manusia pun yang lahir ke dunia ini dengan keburukan, hanya saja lingkungan dimana tempat ia lahirlah yang membentuknya menjadi buruk atau baik dan semua itu tidak lepas dari peran seorang perempuan.

Perempuan adalah mahluk ciptaan Tuhan yang begitu lembut.

Dan perempuan selalu diidentikan dengan selalu mengedepankan soal rasa daripada logika. Sehingga tak heran jika beradu argument soal logika perempuan pasti terkalahkan oleh laki-laki, namun sebaliknya soal rasa perempuan jauh lebih peka daripada laki-laki. Belum lagi soal cinta, untuk menjaga sebuah prinsip ataupun harga dirinya seorang perempuan terkadang rela menyimpan cintanya dalam hati.

Cinta yang dimiliki oleh seorang perempuan untuk laki-laki yang dicintai bagitu besar dan kuat sehingga seringkali perempuan rela mengorbankan dirinya untuk laki-laki yang ia cintai, memilih bertahan meski terluka karena ia percaya luka itu hanya sementara dan akan berganti dengan kebahagiaan, luka hadir sebaagai penguat keduanya dan mengajari sebuah pemaafan untuk lebih saling memahami.

Namun Tuhan mentakdirkan perempuan dengan mengedepankan rasa ini bukan tanpa tujuan tetapi karena perempuan Tuhan ciptakan dan Tuhan persiapkan untuk menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. Kelembutan dan kuatnya empati inilah kekuatan besar seorang perempuan karena untu kepekaaan rasa dari seorang perempuan akan sangat penting perannya.

Advertisement

Ketika menjadi seorang istri perempuan secara tidak langsung harus menjalankan peranya sebagai seorang istri yang mengatur urusan keluarga dan mengurusi suami, menyenangkan dan menyamankan suami sehingga pandailah mengatur urusan kerja dan rumah tangga agar keduanya tetap seimbang dan suami tetap tidak merasa terabaikan.

Kemudian begitu menjadi seorang ibu tugas seorang perempuan menjadi bertambah bukan hanya mengurusi rumah dan suami tapi juga mendidik dan merawat buah hatinya agar tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat untuk umat.

Karena karakter seorang anak yang paling pertama menentukan adalah lingkungan keluarga yang setiap harinya membersamai tumbuh kembaang seorang anak. Perempaun hendaknya sadar bahwa dirinya harus menjadi actor yang terbaik yang senantiasa mengikuti alur cerita dan aturan dari-Nya sebagai sutradara kehidupan, namun bukan berarti perempuan harus pasrah pada hidup yang dijalaninya karena Dia memberikan kebebasan untuk perempaun untuk berusaha melakukan sesuatu namun tetap dibawah ridho imammya.