Belum lama kamu berucap bahwa kamu ingin serius kepadaku. Salut aku dengan kamu yang baru aku kenal sekitar 6 bulan, sudah berucap seperti itu dan mengajakku untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Wanita mana yang tak bahagia mempunyai pasangan yang sebaik kamu, seromantis kamu. Tidak ada pernah terpikir kalau kamu akan berkhianat denganku separah ini

Setiap hari kita berbicara masa depan, seperti apa nanti kita jika kita bersama. Aku akan jadi wanita yang paling bahagia.

Enam bulan terbilang lama karena kebahagiaan yang terus kamu berikan, seakan aku wanita satu-satunya di hatimu. Miris, ternyata aku bukan satu-satunya di hatimu, juga ada dia si wanita penggoda itu. Iya, dia teman kantormu yang selama ini kamu ceritakan kalau dia baik dan pintar, yang aku dengarkan tanpa curiga.

Hancur hatiku ketika kamu mempunyai hubungan spesial dengannya. Semua berawal ketika aku melihat chatmu ke dia yang lupa kamu hapus, tapi kamu mencoba menjelaskan. Iya, aku percaya dan memaafkanmu, begitu bodohnya aku percaya dengan omong kosongmu saat itu.

Kamu lelaki hebat, 1 bulan kamu menyimpan rahasia dengan wanita itu. Kau tutup rapat semua kebohonganmu itu. Aku sakit, teriris-iris hatiku.

Advertisement

Ketika suatu hari aku mampir ke kosannya sepulang kantor, karena kebetulan letak kantorku dan kosannya tidak terlalu jauh, yang terjadi adalah aku melihatmu dengan wanita itu di dalam kamarnya. Wanita mana yang tak kaget dan berpikir negatif ketika ada wanita dan pria dalam satu kamar. Saat itu jantungku berdetak lebih kencang. Teriak pun tak sanggup, hanya air mata yang menetes. Begitu teganya kamu membuat perasaanku hancur bertubi-tubi melihat kamu dengan sosok dia yang aku curigai.

Salah aku di mana sehingga kamu lebih memilih wanita penggoda itu daripada aku. Sudah banyak janji yang kamu ucapkan kepadaku bahkan kepada orang tuaku. Tapi dengan pengkhianatan yang kamu berikan ini, aku sadar Tuhan masih sayang padaku karena masih melindungiku dari laki-laki seperti kamu. Perasaanku hancur ingin mencabik kamu tapi aku sadar semua ini sudah takdir-Nya, sudah jalan-Nya.

Terima kasih Tuhan kau tunjukan siapa dia sebelum semuanya terlambat. Semoga aku dipertemukan dengan jodoh yang sesuai denganku sambil aku memantaskan diri, memperbaiki diri jadi lebih baik.

Semua yang terjadi, akan aku jadikan pelajaran hidup.

Semoga kamu bahagia dengan kekasih barumu, biar luka ini aku obati sendiri.