Entah apa aku masih bisa menghitung banyaknya hari yang telah kita lalui, tapi semua detail kenangan itu masih amat terekam jelas diingatanku.. Kamu, pria yang satu-satunya mampu membuatku mencintai dengan rasa yang sempurna.. Tawa, Tangis, Cinta dan Luka semua telah kita ukir indah dalam jangka waktu yang tidak sebentar.. Sanggupkah kau melepaskan semua Disaat rasa kita amat sempurna? Sebenarnya apa yang terjadi, jika Tuhan memang tak menghendaki kita bersama, mengapa DIA memberikan kita banyak waktu untuk bersama, untuk membuat rasa demi rasa menjadi sempurna? Apa kau mengerti?

Tak mampukah kau bertahan denganku, atau tak cinta lagikah kau denganku? Begitu banyak pertanyaan dalam benakku yang menghantui setiap helaan nafasku.. Sendiri ku coba mencari jawabnya.. Dan kini ku mengerti bahwa

"Cintaku tak harus berujung bahagia denganmu..Pergilah Sayang, Perpisahan ini Lebih baik.. Bukan untuk saling menyakiti tapi saling mendoakan semoga kau dan aku mendapatkan cinta yang lebih baik dari ini.."

"Karena Sesungguhnya Jiwa Kita telah dipersiapkan menghadapi PERPISAHAN sejak awal PERTEMUAN.."

Tuhan Mampukan Aku, Hati dan Pikiranku Menerima Pahitnya keputusan cinta. Bantu aku berjalan bahkan berlari mengejar cinta dengan segala kebahagiaan yang terbaik untukku..