Setiap aku berjalan sendiri, mengamati dan menerka apa yang terlihat, aku menyadari dunia seringkali bersahabat maupun bermusuhan dalam sekejap. Kulihat chit chat di mana mana membahas banyak hal yang lebih baik tidak dibicarakan. Mengulang-ulang permasalahan yang sebenarnya tidak perlu diungkap.

Dunia, seperti ladang panen komentar. Setiap detik, menit, maupun jam seolah olah berputar pada hal itu-itu saja.

Tiap celah menjadi ajang konsumsi renyah sesaat. Menanyakan hal pribadi, candaan yang cenderung tidak perlu, setiap gerak-gerik menjadi bahan "kepo".

Menurut kalian, apakah dunia ini kejam? Ah tidak juga. Dunia tetap sama, yang berbeda adalah isinya. Hal utama yang membuat dunia ini menjadi tidak karuan adalah saat setiap orang tidak menyadari bahwa orang lain mempunyai sekat pembatas dalam hidupnya.

Sekat yang menegaskan " Ini adalah wilayahku, jangan ganggu hidupku, karena aku tidak suka mencampuri urusan orang lain".

Advertisement

Sekat di mana ia berkata, berhenti masuk ke wilayahku dengan cara keji.

Di dunia militer, melewati batas tegas akan membuat orang itu dibunuh atau dihukum. Tapi di dunia nyata ini, yah, hukum memang tidak tertulis tapi jangan sepelekan hak setiap orang. Jangan lupa, setiap yang dilakukan di dunia ini akan diberikan pertanggung jawaban. Aku bukan orang hebat, aku tidak punya kesempurnaan di hari hari abu-abuku.

Namun, aku pasti punya hati yang bersih untuk melalui hari. Aku juga tidak lupa, bahwa setiap orang punya sekat yang tidak boleh dilewati.

Berjalan setapak demi setapak, berlari kencanglah pada jalur yang benar, jangan langgar aturan, jangan berbuat curang, berhenti berkomentar pada hubungan pribadi, berpikir positive untuk masa depan yang indah

Hidup ini indah jika kita tahu mana yang pantas dan tidak pantas. Jangan menjudge sesuatu hanya dari menyimpulkan dari 1 sisi, jangan percaya pada ucapan bernafas kelicikan. Bukankah baik buruk sesuatu pasti akan terlihat seiring waktu?

Sebagai manusia aku memang punya kekurangan, namun aku tidak seburuk yang kalian kira.