Siapa bilang pertemuan itu membunuh rindu? Ia hanya melipatgandakannya lalu diam-diam menikammu dari belakang. Pertemuan melahirkan bahagia, meski setelah itu kamu akan menahan tangis setelah ia kembali pergi. Kamu ingin waktu itu satu menit berjalan lebih dari 60 detik atau berkhayal bahwa waktu sejenak dapat berhenti. Sontak tersadar punggungnya telah menyapamu untuk terakhir kalinya sebelum tubuhnya tak menyisakan banyangan. Hanya sekejap seperti mimpi tapi itu nyata.

Bagi mereka pertemuan adalah pangkal rindu namun bagimu ia adalah tunas untuk lahirnya rindu-rindu selanjutnya. Ketahuilah bahwa pertemuan walaupun tanpa banyak kata apalagi tatap itu adalah hadiah atas kesabaranmu menata rindu. Seperti hadiah Tuhan untuk sebuah keikhlasanmu menanti. Maka berhentilah berharap apa-apa pada pertemuan singkatmu itu, karena bisa jadi selain hadiah, pertemuan sebenarnya adalah ujian terindah Tuhan untukmu.

Pada akhirnya kamu ttidak lagi peduli apa kata mereka tentang pertemuan. Kamu hanya tau, pertemuan itu membahagiakanmu walaupun disaat bersamaan menikammu. Walaupun harus dibayar dengan menahan sesak untuk melihatnya kembali. Pertemuan tetaplah hadiah bagimu.