Saat itu, aku sedang berada di sebuah pantai yang sangat indah. Pantai yang mungkin belum banyak dijamah.
Hanya segilintir orang yang berada disana, menikmati keindahan sang pencipta.
Mereka tertawa bahagia seakan tidak pernah menyimpan luka, bersama keluarga dan orang-orang tercinta.
Sesekali aku perhatikan keadaan sekitar, energi kebahagian memang menular.
Karena tanpa kusadari akupun ikut tersenyum ketika melihat pancaran kebahagian yang terpancar.

Langkah kaki mungil nampak di pasir itu. yaa anak-anak itu memang menggemaskan.
Sesekali memercikan air kepadaku sambil berkata "ka.. jangan melamun!" ah dasar anak kecil tau apa, gumamku dalam hati. Meskipun angin bertiup sangat kencang namun tidak menghentikan mereka untuk berlari-larian.

Lalu ku alihkan pandangan ke sudut lain, tapi tidak kutemukan sudut kosong yang menatap hampa hamparan lautan. Mereka semua bergembira menikmati hari mereka yang indah. Mereka berfoto bersama, bercanda gurau, bermain gitar bahkan ada yang bernyanyi sambil bergoyang.
Pesona pantai memang meninggalkan kenangan, entah kenangan yang mengingatkan memori kesedihan, kesendirian bahkan kebahagian.

Mungkin aku adalah satu-satunya orang di pantai itu yang sibuk mengamati keadaaan sekitar, yah memang.. aku pun tidak tau mengapa aku ada disini.
Tak terasa.. matahari mulai terbenam, kini saatnya sunset menjelang. Mereka yang sebelumnya sibuk dengan bernyanyi dan bergoyang. Kini terdiam merenung menikmati serta mensyukuri nikmat ilahi.

Yaaa.. pesona sunset mengalihkan semua perhatian.

Advertisement

Aku pun tiba-tiba saja terdiam, sunset ini menyesakkanku.
Pesona ini.. tiba-tiba melululantakan kerinduan yang sudah lama terpendam. Kerinduan akan arti sebuah persahabatan.
Ya Tuhan, mungkin ini alasan mengapa tiba-tiba aku sampai di tempat ini, di pantai ini.
Disini aku mengingat dia.. sahabatku dahulu.

Sudahlah.. aku coba mengatur nafasku, mengalihkan pikiranku, berusaha melupakan semuanya.
Namun pesona ini seakan menghipnotisku, ingin rasanya aku memeluk hangatnya matahari yang seakan tidak ingin pergi. Seakan menahannya untuk kembali.

Tuhan,. perasaan apa ini. mengapa ini begitu sesak, mengapa ini begitu menusuk perasaanku.
Aku seperti merasakan kehadiran dia, aku merasa ia hadir bersama keindahan sunset itu.
Ya Tuhan.. jangan biarkan aku meneteskan air mata ini, mungkin dia sudah bahagia mengarungi arus kehidupannya. Biarkan dia bahagia bersama-MU..

Dia adalah wanita tegar yang aku kenal yang selalu jadikan Tuhan sebagai sandaran.
Meskipun ia tahu, Tuhanlah yang memberikan rasa sakit itu. Namun ia tetap bersabar menahan walaupun semuanya tidak ada harapan.

Gemuruh ombak seperti berusaha menyadarkanku dari bayangan itu. Bisikan angin menenangkanku untuk tetap mampu berdiri disini tanpanya. Dengan menghela napas aku coba membuang kesedihan ini, karena aku yakin dia akan sedih jika melihatku menangis merasakan kehadirannya disini.
Aku pun harus merelakanya, kini dia telah terbebas dari rasa sakitnya dulu.
Walaupun raga kami tidak lagi bersama menikmati pesona indahnya mentari yang menari untuk pergi, tapi kehadirannya terasa bersama keindahan matahari yang terbenam itu.
Dia telah pergi dengan indah, seperti keindahan matahari terbenam yang mampu menenangkan jiwa bagi siapapun yang melihatnya.
Namun kenangan ini tidak pernah tenggelam menemani matahari yang menghilang kala malam ingin datang..