Senyum simpul dari sepasang mata yang telah redup itu, masih terlihat jelas guratan-guratan sisa kecantikan diwajah itu, bersatu dengan keriput-keriput, tampak jelas menyisakan kecantikan yang khas dari jawa yang sederhana lagi ayu. Simbokku, sosok cantik itu, dialah malaikat yang telah merawat ku dari aku masih jabang bayi yang merah hingga kini usiaku 25 tahun.

Simbokku yang memberiku kasih sayang tiada tara, layaknya seorang ibu yang teramat sayang dengaku, memberi segala hal yang terbaik, dan kini sosok itu memberiku satu petuah hidup tentang Jodoh, seorang yang kelak akan mendampingiku di sisa kehidupanku.

"Ji…. Nek Golek bojo kuwi ojo di delok ayune tok, tapi delok en lakune, golek o wong wadon seng gelem nriman, ngerti karo wong tuwo, manut karo bojo"

(Ji kalau cari istri itu jangan hanya dilihat paras ayunya, tapi lihat perangainya, carilah istri yang menerima, mengerti bagaimana memeperlakukan orang tua, dan berbakti pada suami)

Kira-kira seperti itu jika diartikan dalam bahasa Indonesia. Simbokku tahu benar, bahwa untuk menemukan wanita cantik itu mudah tapi wanita yang mau menerima apapun kondisi kita, mau berjuang dari titik nol itu tak banyak. Wanita yang memperlakukan orang tuanya bak raja dan ratu bukan sebagai pembantu, wanita yang berbakti pada suami, mendengarkan, dan memahami suami.

Kini di usiaku yang sudah seperempat abad ini, aku telah mencari sosok itu, sosok yang kelak seperti harapan simbokku, yang nanti dapat menyayangi beliau sama besarnya dengan rasa sayangnya padaku.

Advertisement

"Ji, nek kenal karo wong wadon kuwi , golek o seng jujur, seng gelem nrimo elek lan apikmu, ojo gelem karo cak wadon seng senengane dunyo tok"

(Ji, carilah wanita yang jujur yang menerima kekurangan dan kelebihanmu, jangan memilih wanita yang hanya senang dengan harta saja)

Mencari sosok sederhana yang wajah ayunya tampak dari hijab panjang yang tergerai indah menutupi rambutnya, sosok yang ber-makeup tipis bahkan nyaris tanpa makeup, bukanya aku tak tertarik dengan gadis cantik, tapi gadis yang natural itu jauh lebih menarik.

Kelak aku ingin melihat sosok seperti mbahku di calon istriku, yang akan menemaniku disetiap senang dan susahku, yang wajah ayunya terlihat jelas meski usia kami menua, yang akan menjadi ibu dari anak-anakku, yang menjadi pasangan tak hanya didunia tapi juga di surga nantinya.