Ada saat dimana waktu begitu lama berputar. Saat dimana aku harus menetapkan sebuah pilihan. Pilihan yang harusnya mudah untuk aku tetapkan. Pilihan yang harusnya sudah ada jauh sebelum aku jatuh terlalu jauh. Pilihan untuk menetap atau pergi. Yang nyatanya aku hanya berpegang pada arus yang membawaku pergi. Pergi menelusuri setiap ruang dihatimu hingga aku terlupakan pada sebuah pilihan.

Dan lagi lagi aku terjebak pada pilihan itu. Aku tahu kita terlalu sulit. Kamu yang selalu aku puja tanpa pernah kamu melakukan yang sama untukku. Bahkan kamu yang selalu aku perhatikan tanpa kamu membalasnya. Pedih rasanya ketika batu dapat berlubang seiring datang nya hujan sementara kamu tetap membantengi dirimu. Hati mana yang kamu cari sementara ada hati yang begitu sabar. Cinta mana yang kamu cari sementara ada cinta yang begitu besar.

Hingga aku sadar, aku sudah terlalu lelah menjelajahi hatimu yang dingin sendirian. Tibalah saatnya dimana aku tak lagi melakukan hal hal yang biasa aku lakukan untukmu. Jangan katakan aku tak setia. Karena pada dasarnya kamu yang menyia-nyiakan kesetiaanku. Tak ada cinta yang dapat berjuang sendiri meski telah mencoba berulang kali. Ini lah akhir dari pilihan . Pilihan untuk pergi dan berpaling.