Sejenak aku merenung di tengah heningnya malam, mencoba mencermati setiap langkah yang telah aku lalui dan mencoba mengingat yang masih mampu kuingat meski mungkin tak semuanya. Ya, aku dengan segala kenangan dan masa lalu itu. Begitu berlikunya proses hidupku ini, namun sedikitpun aku tak pernah menyesalinya karena aku tau tuhan telah menyusun skenario hidupku dengan begitu indahnya, hanya saja seringkali kita sebagai manusia lupa bahwa seluruh pergerakan diri kita dari yang terkecil seperti berkedippun di bawah skenario-NYA.

Kamu tahu? sejak kecil aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk diriku dan keluargaku, tak heran dari SD – SMA aku selalu berprestasi, itu tentu cukup membuat keluargaku membanggakanku dengan prestasi yang telah kuraih. Ah, tapi apalah arti prestasi di masa lalu.

Hidupku seolah benar-benar baru dimulai ketika aku menginjakan kaki di Jogja. Pada saat itu aku harus menghadapi kenyataan sebagai perantau yang sejak kecil aku belum pernah jauh dari keluarga. Aku harus melawan manja yang kumiliki, dan menyatu dengan budaya baru. Tapi semua itu bukan hal yang sulit untukku, karena tidak butuh waktu lama aku bisa mendapatkan teman baru dan dapat beradaptasi secara baik dengan lingkungan meski kelemahanku adalah sulit menghafal rute jalan.

Jogja dengan julukan Kota Pelajar benar-benar memberikan aku banyak pelajaran akan hidup. Di Jogja Aku dikenalkan dengan berbagai pembelajaran dari pendidikan, toleransi sosial budaya/bahasa hingga masalah cinta. Memang benar yang dikatakan Rabi’ah Adawiyah dalam salah satu sya’ir Mahabbah-nya “seringkali kita perlu dipertemukan dengan orang yang salah sebelum dipertemukan dengan orang yang tepat”.

Iya, dulu sebelum mengenalmu, memang aku sempat beberapa kali gagal dalam hal cinta dan barangkali itulah yang disebut belum berjodoh, seberapapun lamanya berpacaran, sedekat apapun hubungan dengan pacar dan sekuat apapun aku berusaha untuk mempertahankannya tetap saja terpisah jua. Tapi saat ini Allah mempertemukanku denganmu, Lupii-ku, kamulah orang yang tepat itu.

Advertisement

Aku dan dia. Waah begitu banyak keanehan yang kita alami dan dia pasti sering merasakannya! Tapi keanehan yang sering kita alami inilah yang menjadikan aku yakin bahwa dialah sosok imamku. Bagitu cepat begitu singkat, semua itu mengalir begitu saja, dan alam pun seolah ingin ikut berpartisipasi dalam cinta ini sehingga semua bergulir dengan indahnya. Dan aku sangat yakin bahwa cinta yang kita miliki ini berbeda. Cinta kita luar biasa!

Bersamanya aku menyakini bahwa yang bernama power of love sungguh ada dan nyata aku merasakannya. Salah satu contoh peristiwanya adalah di mana dalam waktu yang bersamaan aku tengah merasakan sekujur badanku sakit meriang dan lemas sekali sehingga seharian aku hanya terbaring di atas tempat tidur. Hal yang sama pun terjadi padanya yaitu diapun merasakan badannya begitu lemas dan lesu sehingga seolah enggan beranjak dari tempat tidur padahal pada saat itu tak begitu banyak beraktifitas.

Selain itu peristiwa unik terjadi lagi yaitu soal menu makananan yang kita makan dalam waktu yang tak berselisih lama padahal kita tidak janjian. Dia makan di angkringan dengan menu nasi oseng tempe dan kepala ayam goreng, sedangkan aku makan makanan yang sama di kost. Hal ini terungkap saat kita sambil makan SMSan. Aku hanya senyum-senyum sendiri seolah tak percaya mengapa semua bisa terjadi demikian.

Tak berhenti pada peristiwa itu, namun selanjutnya terjadi lagi yaitu soal cemburu dan kesedihan kita seolah dapat merasakan hal yang sama ketika salah satunya tengah mengalami kesedihan ataupun ada rasa yang tidak nyaman dihati. Bahkan ketika dia marah kepada salah seorang yang ada dirumahnya badanku mendadak ikut gemetar jantungku berdegup lebih kencang akupun bingung karena pada saat itu aku sedang dijalanan, kemudian aku SMS memberitahunya mengenai apa yang kurasakan dan ternyata memang benar karena pada saat itu dia tengah marah pada seseorang.

Mungkin Akan terkesan seperti sebuah dongen di film- film romasa tapi itulah fakta yang sering kita alami sehingga kita berdua sepakat mendefiniskan keunikan tersebut sebagai power of love dari cinta kita.Kemudian aku mendapatkan definisi baru soal cinta, disini aku menemukan cinta bukan perkara lebih tua, seumuran atau lebih muda, tapi ini tentang penyeimbang hidup untuk berjalan beriringan yang memberikan kedamaian dalam hati.

Karena Hati adalah tempat sejuta perasaan dan asa manusia. Didalamnya mengalun kerinduan dan melodi tentang cinta hanya saja terkadang manusia mengiyakan kebencian dan kemarahan berdendang keras direlung dan membiarkannya menguasai hati sehingga akan menajdi kehilangan kendali untuk melogika bahkan meniadakan cinta yang sebenarnya cinta adalah yang mampu meneduhkan hati.