Taukah kau rasanya menjadi aku?

Tidak lucu sama sekali apa yang sudah kau lakukan sekarang ini. begitu mudahnya kau pergi dalam sekejap dan muncul kembali di hadapanku ketika situasi sudah sangat jauh berbeda.. Apakah kau pikir hatiku pun masih sama seperti dulu? Dan kau akan salah besar jika mengira begitu.. karena seiring waktu maka hatiku pun sudah berubah. berubah menjadi lebih tenang dan jauh dari kata Luka.

Terlintas kembali di benakku ketika kau masih menjadi satu-satunya pria yang sangat kusukai dulu, hanya melihatmu saja bisa membuatku berdebar2 saking girangnya. ketika bisa bicara denganmu menjadi suatu hal yang luar biasa untukku, dan ketika kau memberikan hatimu padaku menjadikanku wanita yang sangat special di matamu. Bisa mendapatkan hatimu menjadikanku gampang puas diri, karena merasa bahwa aku sudah mendapat semua yang aku inginkan dalam hidup ini, Tapi aku salah, darisanalah sakit hatiku baru akan dimulai.

Sedikit demi sedikit rasa bahagiaku kau kikis dengan sedih, perlahan-lahan rasa cintaku kau ubah menjadi kecewa, dan semakin lama rasa kagumku kau gantikan menjadi rasa putus asa yang amat sangat. Taukah kau apa saja perjuanganku saat itu agar masih bisa bertahan di sampingmu?

Aku menjadi kecewa dengan dirku sendiri, ,mengapa aku harus menyimpan rasa sedih ini seorang diri sementara aku memilikimu di sampingku? Mengapa aku begitu egois hingga tidak ingin merasa sakit barang sedikit saja meskipun kau sudah di sisiku. Selalu kupungkiri jika hati kecil ini berteriak bahwa yang selama ini membuatku tampak jungkir balik dengan perasaan ini adalah dirimu yang selalu kubanggakan. Kau yang selalu kuberi tempat nomer satu di hidupku mendahului siapapun yang ada di duniaku.

Advertisement

Sudah taukah kau betapa bodohnya aku saat itu? Tidakkah kau merasa sedih untuk segala perjuanganku yang akhirnya hanya sia-sia yang kudapat?

Pergi.. hanya itu yang kau lakukan. kau pergi meninggalkan bekas luka menganga di hatiku. kau menorehkan sedih yang amat panjang di sisi rongga hatiku, dan kau menutup akses masuk ke hatiku dengan sukses.

Dan sekarang kau datang kembali di saat aku sudah melupakanmu.Di saat aku sudah meninggalkan ingatan-ingatan tentangmu bersama semua kenangan kelamku. Disaat aku sudah menanam segala macam kecewa dan cintaku yang tidak berarah dahulu padamu, sudah kukunci rapat-rapat hingga aku sendiripun tidak tau dimana letak kunci itu. Tapi sekarang kau kembali lagi…tanpa tau perjuanganku selama ini bangkit dari keterpurukanku, bangkit dari kesedihanku, bangkit dari cerita kelam yang sungguh ingin ku musnahkan, seorang diri.

Untuk apa kembali jika hanya akan kembali menoreh luka ? Untuk apa kembali jika hanya akan kembali menabur kecewa? Untuk apa kembali jika hanya akan menanam rasa sedih ?

Seseorang pernah berkata padaku," jika kau biarkan burungmu terbang bebas dan mengenal dunia, maka yang terbaik akan kembali pulang" . Tapi kau bukan yang terbaik untukku, dan aku tidak berharap kau pulang kembali ke sangkar yang sekarang bukan lagi milikmu. Hati ini sudah tidak lagi bisa kau sentuh, karena hati ini sudah dimiliki DIA yang sungguh-sungguh menyayangi hati ini daripada yang pernah kau lakukan dulu.

Karena itu, terbanglah pergi lagi, jauh dari sangkarmu dahulu, karena sangkar ini sudah menolakmu jauh-jauh hari.. terbanglah jauh dan jangan pulang kembali lagi, aku yakin kau akan menemukan sangkar yang bisa kau hinggapi selama sisa hidupmu di lain sisi.