Ramadhan kah? Bulan penuh keberkahan, aku membuka lembaran kalender itu. Ramadhan, sejenak kupejamkan mata, terbang entah kemana membayangkan moment-moment ramadhan yang begitu menyenangkan bagiku, dulu. Dulu? Iyaa duluu sekali momen ramadhan pernah begitu spesial dan selalu kutunggu kedatangannya.

Lalu bagaimana sekarang? Oh tentu saja masih, krna ramdhan bulan penuh keberkahan bukan? Hanya saja beberapa hal yang dulu pernah ada di ramadhan tidak akan bisa kembali sama. Mengapa? Aku sekarang sudah menjadi remaja yang menuju dewasa, hidup di perantauan, berdiri sendiri, tanpa keluarga dan sahabat-sahabat nakal di kala kecil.

Ahhh aku benar-benar merindukan mereka pada momen seperti sekarang ini, terutama ibu yang jauh darinya terasa begitu pilu untuk di rasa. Tidak ada lagi momen sahur dimana aku di bangunkan jam 3 pagi dan ibu mengatakan 5 menit lagi imsak. Tidak ada lagi momen mempersiapkan keperluan berbuka bersama ibu dan adik-adik. Tidak ada lagi momen ngabuburit kesana kemari sambil mencari makanan manis untuk berbuka.

Aku merindukannya, tapi tak bisa kembali lagi di masa itu.

Karena waktu tak lagi sama, yang lalu hanya bisa menjadi kenangan, ingatan dalam memori yang pernah ada. Sekarang sudah bukan waktuku untuk berada di masa itu, sekarang adalah saat dimana perjuangan hidup dimulai, jauh dari orang tua, bekerja pagi hari hingga 30 menit sebelum berbuka adalah rutinitas yang mulai sekarang harus di jalani dengan terbiasa.

Advertisement

Ramadhan di kala kecil adalah harta karun pada masanya. Nikmati selagi waktu itu masih ada, karena dewasa adalah pasti dan momen itu tak akan lagi sama.