Dari teduh terganti jenuh,akupun pernah termakan esensi manisnya kata,sampai lupa makna dibaliknya.Ratusan kali mendenggung,kata itu menggantung,dan hey,mana mungkin aku lupa dengan janji yang terasa pasti.Ternyata,janji yang kau sodorkan hanya umpan untuk menyenangkan hati.

Apa namanya janji jika kulihat kau bermain hati?apa namanya kita,jika ternyata kau mendua dengan yang lain?akh,omong kosong macam apa yang kupercaya itu,semua hanya pepesan kosong,telan kata "selamanya",dan tentu saja aku harus berterimakasih karena kau sudah menyadarkanku,iya menyadarkan betapa bodohnya diriku kemaren yang sempat mempercayaimu.

Silahkan tertawa,setidaknya kini aku sudah berpijak ke bumi dan tak lagi terbang dengan janji untuk selalu bersama,silahkan mengacungkan jempol terbalikmu,setidaknya aku tahu kau bukan pria yang pantas untukku,dan silahkan mengadu ke wanita-wanitamu,kau tahu kan,karma tak pernah pilih-pilih,dan tunggulah waktunya akan datang dengan sendiri.

Kata "selamanya" hanyalah sebuah kata dan diksi,tanpa ada makna yang sebenarnya,dalam cinta "selamanya" berarti sekuatnya,ya,seharusnya kau faham tanpa harus ku ajarkan,sekuat apa kau bertahan,sekuat apa kau mengiyakan kepura-puraan bahwa mencintai dirimu sudah tak sejalan,dan seharusnya juga ,sekuat apa kita saling menjaga percaya,bukan menjaga janji untuk menyenangkan hati.

Cinta bukan pelajaran,kimia ataupun matematika,aku tak punya rumus pastinya,akupun tak punya formula apa-apa untuk melahirkan rasa,tiba-tiba semua datang begitu saja. Akh… bodoh sekali bukan diriku dulu,mudah sekali rasa itu lahir,hey,,tapi benci juga bukan pelajaran matematika dan kimia kan?kalau dulu aku bisa semudah itu,lalu kenapa sekarang tidak?

Advertisement

Aku pernah berharap kita selamanya,tak kusangka nyatanya hanya sementara.