Sudah lama ya. Kita tidak bertemu?

Yang membuat aku ingat padamu adalah hujan. Mungkin kalimat hujan punya cerita tentang kita” adalah perwakilannya. Di masa itu, saat kita dibawah derasnya hujan dengan aku yang hanya bisa menikmati punggungmu. Betapa bahagianya aku waktu itu, bisa bepergian jauh denganmu dan hidup semalam denganmu. Perasaanku semakin menjadi-jadi dengan sikap dan perbincangan kita ditengah malam. Tetapi itu hanya perasaanku, bukan dengan perasaanmu. Siapa yang tahu jika ternyata kamu tidaklah mencintaiku.

Waktu itu telah berlalu, sikapmu yang berbeda membuat kita semakin jauh. Jauh hingga aku tidak bisa mengejarnya. Aku takut… aku benar-benar takut jika sikapmu itu beralih meninggalkanku. Aku berpikir “bagaimana caraku agar kamu tetap di sisiku?”. Aku terus memikirkanmu dengan perasaan yang tak menentu. Keadaan ini membuat aku begitu terpuruk, rasanya seperti kehilangan bagian terpenting dalam kehidupan. Mungkin harapanku terlalu berlebihan padamu hingga perasaanku tak pernah tahu, nyatanya kamu memilih dengan yang lain.

Sedih rasanya ketika tak disengaja aku mengingatmu. Hal itu membuat aku beralih membayangkanmu dengan semua kenangan kita. Dadaku terasa sesak mengingatnya. Bukan karena kenangan kita, tetapi karena sikapmu yang membuat aku benar-benar ingin mempertahankanmu. Aku terlalu buta untuk melihat hal selain sosok dirimu. Lalu saat kamu pergi meninggalkanku, aku hanya bisa bertahan dengan hati yang retak.

Mengenalmu aku punya warna tersendiri dalam hidupku, belum pernah aku merasakan hidup seperti benar-benar hidup. Belajar mempertahankan apa yang benar-benar aku inginkan dan mengulang nada-nada yang kamu lantunkan dengan gitar. Hingga nada-nada itu meracuni pikiran dan perasaanku. Rasanya aku hampir gila dengan semuanya.

Butuh waktu yang lama bagiku untuk menerima semua kenyataan ini. bagaimana mungkin aku yang begitu sayangnya dan perhatian sebegitukah tak berarti? Hingga kamu pergi tanpa menoleh sedikitpun. Apa salahku? Kenapa kamu seperti itu? Pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiranku. Tetap saja tak ada jawaban dari pertanyaan itu.

Advertisement

Mungkin ini yang namanya cinta sendirian, tanpa ada balasan cinta darinya. Setelahnya aku menyadari bahwa tak semua yang kita inginkan bisa menjadi milik kita. Tidak seharusnya berlebihan mencintai seseorang yang belum tentu orang tersebut mencintai kita. Bersabar tiada batas untuk meyakinkan hati yang tak dimengerti. Mempertahankan seseorang yang kita sayang memang butuh perjuangan.

Teruntuk kamu orang yang masih aku sayang, terima kasih pernah ada disampingku mendampingi setianya hati ini, walaupun sekarang kamu bahagia bersamanya. Aku tidak akan lagi salah dengan hati, apalagi mengartikan janji. Yang aku pernah mengalaminya denganmu. Semua itu ku jadikan pelajaran hidup. Mungkin ketiadaanmu disampingku membuat aku lebih dewasa dengan sebuah pemikiran yang imposible. Sekarang aku sudah berani untuk memandang kesendirian tanpa dirimu. Melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Aku, berhasil tanpamu.

Masa lalu bukan berarti hantu. Terkadang masa lalu mengajarkan kita untuk tetap tegar menghadapi rapuhnya hidup. Untukku yang terlalu bodoh mengejarmu, aku tak akan mengulanginya di suatu masa. Karena mengejar tidak seasyik yang aku bayangkan.