Rin …

Setelah kau tutup pembicaraan kita, aku kembali menjelajah di dunia ini, dunia maya. Dunia yang pada awalnya mempertemukan kita, dunia yang telah banyak memberikan kita kisah hidup dan kehidupan. Hingga saat ini, ketika kau mulai terlelap dalam dekapan malam, aku masih saja terduduk di sini, disudut cafe, masih di tempat yang sama menuliskan cerita tentang kita, ya … masih cerita tentang kita.

Rin …

apakah kau masih mengingat semua cerita kita, cerita yang kita bangun lebih dari setahun yang lalu, cerita saat Jakarta mempertemukan kita pertama kali, cerita ketika aku menginjakkan kakiku di rumahmu, di bumiayu, cerita ketika masa memaksaku untuk tak memberimu kabar tentangku, atau cerita saat ini, ketika kembali ponsel menjadi penghubung diantara kita. Cerita yang tak mungkin akan lenyap dari ingatan-ingatanku.

Rin …

Advertisement

Apakah kau sadar dengan rindu yang mengejarku dari waktu ke waktu?

apakah kau tahu tentang cemburu yang membakar habis jiwaku?

seperti yang kau katakan, kau hanyalah perempuan biasa, perempuan kampung, perempuan yang tak tahu apa-apa, namun kesemuanya menjadi istimewa bagiku, sangat istimewa.

Rin …

Maafkan aku, bila aku terlalu mencintaimu

Maafkan aku, yang selalu membebanimu dengan fikiran-fikiran bodohku

Maafkan aku, yang senantiasa mengusik setiap waktumu

Maafkan aku