Hai Rindu

Kali ini aku ingin menyapamu melalui setetes air yang keluar dari mata sayuku, bagaimana kabar mu ? sudahkah rinduku sampai kepadamu ? bahagiakah dirimu ? beberapa ku dengar hujan begitu merdu, kala menghampiri yang kalap karena merindu, dan karam tenggelam menghanyutkan rasa, kita manusia yang dikuasai semesta. Ku pikir jarak dan waktu membuat ku cukup untuk merindu, pernahkah kau ingin tau bagaimana kabar ku ? bagaimana kota yang kau tinggali dulu, masihkah ada kenangan itu ?

dibawah lampu malam aku gerutu menanyakan apa arti rindu bagimu, dan kepada langit beserta isinya aku mengadukan ketiadaanmu.

Aku tau tuhan punya skenario terbaik untukku tapi haruskah di dalamnya ada kita yang terpisah ? Yang ku tahu sekarang kau telah jauh tak terjangkau menciptakan rindu yang tak terbalaskan. Sedang apakah dirimu disana ? masih ingatkah secangkir kopi yang rajin aku suguhkan sekedar untuk menghangatkan dada ? Aku sering datang ke taman kota tempat kita biasa menghabiskan malam, aku sering berharap bertemu disana, namun aku harus sadar bahwa kau pun sudah tak di kota ini lagi,

Sudah aku benamkan semua kisah kita berdua di tempat biasa kita bersua, bila rindu tak terbendung datanglah ke tempat itu dan putarlah memori kisah cinta kita.

Advertisement

Kau tentu tahu sudah ratusan malam kita berpisah, sudah berapa lama semenjak kau usir aku dari hidupmu, bagaimana caramu memaksa pergi, walaupun begitu rindu ini tetap ada meski jemari kita tak bersentuhan, sekarang pergilah temukan dirimu,

Dan nanti jika kau pulang aku masih disini bersiap menyambutmu dengan senyum dan seduhan kopi rindu.