Malam ini pikiranku tak bisa jauh dari wajah sayumu itu,setiap memori yang tersimpan kamu didalamnya seolah membuka dengan sendiri satu persatu tanpa bisa ku kendalikan. Kucoba dengan susah payah mengenyahkan kau tapi seolah-olah otak dan logika ku bersengkongkol mengkhianati tuannya.

Gejala apakah ini?

Penyakit apakah ini?

Dan ternyata…

Ternyata lagi dan lagi RINDU menghadang jalan nyata fikiranku.

Advertisement

Tahukah kau bahwa aku sudah lelah memikul rindu ini sendirian
Menyimpannya dengan rapih dalam dada tapi kau selalu memporak-porandakannya
Tapi tetap saja setelah kau hancurkan semua aku memungutinya satu persatu dengan sabar menyatukan keeping-keping memori yang menyimpan kau didalamnya.

Aku tak pernah mencoba mengatakan rindu ini
Karena kau tahu rasa ini sungguh luar biasa gilanya hingga semua gugusan kata tak bisa menjelaskannya

Aku hanya berharap kau baik-baik saja diujung pulau kecil disana.
Tersenyum dengan jujur tanpa pura-pura.
Tertawa penuh kebahagiaan yang nyata.
Menangis dengan bulir air mata tanpa derita