Darimu, aku belajar bahwa rindu bukanlah kesedihan…

Rindu adalah pikiranku yang senantiasa melukis sesosok wajah dengan senyum paling menawan. Dengan hidung bagai paruh elang, dan mata cekung penuh keteduhan.

Rindu adalah jiwaku yang selalu bersemangat menghabisi detik demi detik, melibas habis kesulitan demi kesulitan supaya menemuimu menjadi saat yang semakin dekat.

Rindu adalah hatiku yang menjadikan namamu sebuah dzikir yang terus-menerus kurapal setelah nama Tuhanku.

Rindu adalah tangisan yang menyenangkan, tersedu dalam doa yang tidak pernah bisa putus. Isakan yang membuat semakin sesak karena rongga-rongga yang kosong dalam tubuhku telah penuh oleh apapun tentang kamu.

Advertisement

Rindu, tidak akan semenyenangkan ini, jika bukan kamu…

Bahkan, rindu tetap menyenangkan. Meski terkadang ia hanya bermain sendirian… Mutlak demikian. Asalkan, rindu adalah kamu.