Malam ini rindu itu akan ku buang jauh jauh. Rindu yang selama ini merenggut kebahagiaanku lantaran aku tak pernah bisa menggapainya. Entahlah apa yang di rencanakan Tuhan dalam hidupku kali ini. Malam ini aku tersungkur di dalam sebuah kamar kecil berukuran tiga kali tiga meter. Kamar inilah yang menjadi saksi bisu kelemahanku. Di kamar yang hanya berjendela satu ini, akan ku buang rinduku bersama hembusan angin malam ini.

Rindu yang selama ini menghantuiku sebentar lagi akan sirna. Dan aku akan sangat bahagia malam ini bersama perginya rindu ini. Wahai malam, detik ini juga aku akan akan bercerita tentang rindu yang tak mampu aku buang hingga saat ini. Aku akan beritahu engkau tentang senangnya aku yang akan bebas, sebentar lagi aku akan bahagia untuk selamanya. Wahai dinding dinding kamar kecilku, aku ingin kau tahu tentang harapan harapan palsuku selama ini. Wahai semua yang sedang mendengar bisikan hatiku, aku akan menjadi manusia paling bahagia di muka bumi ini.

Rindu ini berawal dari jatuhnya hatiku pada seorang gadis sederhana, yang tempo hari aku sebut dia bidadariku. Dia yang membuat rindu sedalam ini ada di hati. Dia pula yang telah merawat rindu ini dengan kasih sayangnya. Dia juga yang telah berjanji untuk tidak menyakitinya. Tetapi kemarin dia telah melukai rindu ini. Memberikan luka yang tak akan pernah bisa sembuh dan akan selalu membekas dalam sisa hidupku.

Malam ini, dia telah membuat patah salah satu ranting rindu ini. Dia telah membuat aku terjatuh di kamar ini. Membuat aku tak mampu melakukan banyak hal. Aku hanya mampu mengangkat pena dan membuka sebuah buku lalu kutulis perasaanku seperti aku menulis dalam buku harianku. Yah, buku harian yang aku tulis tanpa sepengetahuanmu. Aku lakukan itu agar aku bisa memberimu catatan tentang kenangan kita di hari ulang tahunmu nanti. Aku telah mencatat semua kenangan kita dalam buku ini. Kengan dari pertama kali kau tanamkan rindu hingga malam ini.

Malam ini akan menjadi malam terakhir catatan harianku. Sebab rindu itu telah ku buang. Kau harus tau, kau tak akan bisa lagi menyakitiku dengan rindu, seperti dulu yang pernah kau lakukan kepadaku. Semua itu karna hari kemarin. Malam ini akan aku lupakan semuanya. Akan aku biarkan rindu ini pergi bersama hembusan angin malam ini.

Advertisement

Tetapi ada satu hal yang belum aku uraikan dalam catatan kecilku malam ini. Semua catatan yang aku tulis dalam buku harianku adalah imajinasiku. Semua yang aku rasakan tentang rindu malam ini hanya iimajinasiku saja. Harapan dalam menghapus rindu di hati ini, lalu melepas bersama hembusan angin malam ini, itu semua juga hanya imajinasiku saja. Sebab aku tak benar benar mampu untuk melakukannya.

Bukan hanya aku yang tahu tentang ini, dia yang menanam rindu pun juga tahu bahwa aku tak akan pernah bisa untuk membiarkan rindu ini pergi dan berlalu bersama hembusan angin malam.