Cerita ini timbul dari nurani terdalam seorang anak yang telah beranjak remaja bahkan sudah ingin memasuki fase dewasa. Seorang anak yang dilahirkan didesa pinggir perkotaan. Yang mengingat seluruh kenangan saat moment kemerdekaan, tawa ceria anak-anak dan semarak bahagia para orang tua, seakan menembus relung hati yang ternyata masih rindu pada hal-hal yang tak lagi ia temukan.

Kemerdekaan yang dulu disemarakkan, kini hanya terpampang rapih dipapan iklan perempatan jalan.

Saat masih kanak-kanak moment kemerdekaan seakan menjadi hal yang ditunggu-tunggu, seakan menjadi magnet bagi semua orang, bahkan satu bulan sebelum kedatangannya pun sudah dipersiapkan, menandakan kebahagiaan yang di semarakkan. Dan sekarang keadaan mulai menunjukkan perubahan, bahwa semarak kemerdekaan hanya terpampang indah di papan iklan perempatan jalan.

Kemerdekaan yang dulu menjanjikan kebersahajaan, kini hanya menyisakan kenangan.

Keramaian dan indahnya kebahagiaan pada saat kemerdekaan, tawa yang dihiasi canda ke asyikan, memberikan atsmosfir kebersahajaan yang sekarang sangat sulit ditemukan, disaat kebanyakan orang sudah lupa dengan arti dari ketulusan, dan akhirnya semuanya menjadi kenangan.

Advertisement

Kemerdekaan yang dulu menjajnjikan kebersamaan, kini hanya menyisakan kesepian yang mendalam.

Momen yang memang ditunggu-tunggu pada saat kemerdekaan seakan membuat semua orang larut dalam kemeriahan, kebersamaan dalam menyiapkannya menjadi bukti nyata dari semuanya, walau ada perbedaan, namun semua itu seakan hilang dari permukaan, menjadi satu kegembiraan menyambut kemerdekaan. Hal itu sekarang sangat sulit ditemukan, seakan menjadi barang langka diperkotaan, yang ramai dalam keheningan dan menyisakan kesepian yang mendalam pada sebagian orang.

Kemerdekaan yang dulu disemarakkan dengan perlombaan, kini hanya menyisakan bekas dari kebahagiaan dan kejujuran.

Perlombaan sekan menjadi hal yang identik jika dikaitkan dengan yang namanya perayaan kemerdekaan, mulai anak-anak sampai orang tua ramai berdatangan untuk memeriahkan. Bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, namun juga tentang ketulusan dan rasa memiliki lah yang menyatukannya. Sederet perlombaan yang kadang hanya menjadi ajang pertemanan dan kebersaman sudah mulai sulit ditemukan dan hanya menyisakan bekas kerinduan.

Kemerdekaan yang dulu diagungkan dengan upacara pengibaran bendera, kini hanya menyisakan keramaian di layar kaca.

Kegiatan upacara dalam perayaan kemerdekaan menjadi hal yang wajib dilaksanakan, karena hal itu salah satu bukti keagungan dan penghormatan bagi para pahlawan. Tidak hanya kontor atau instansi pendidikan namun mulai dari tingkat RW , RT bahkan pedesaan , juga ikut menyemarakkan. Sekarang hal itu sudah mulai tak kelihatan , terlebih lagi diperkotaan, karena hanya beberapa yang menyelenggarakan, sehingga yang lainnya ikut bahagia dalam keramaian dilayar kaca.

Mungkin ini sepenggal kenangan yang dimiliki anak itu dan yang juga merasakan, walaupun dia tak pernah mendapatkannya lagi,setidaknya dia tak akan melupakan sepenggal cerita dan kebahagiaan yang sekarang tersimpan rapi dalam cahaya gemerlap perkotaan.