Resiko dan keuntungan jadi SM-3T

Program Unggulan kemeristek dikti yang dinamakan SM-3T (Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) mulai hangat di bicarakan. Apalagi sejak banyak berita yang beredar bahwa jika ingin menjadi PNS harus mengikuti program SM-3T dulu. Ribuan fresh graduate mulai berminat mencoba mengikuti SM-3T. jika kamu salah satunya, ada baiknya kamu baca dulu artikel di bawah ini.

Setiap mengambil keputusan pasti ada resikonya, ada pula keuntungannya. Dengan menjadi SM-3T juga banyak resikonya. Karena banyak junior-junior yang nanya, apa enaknya sih ikut SM-3T. apa resikonya. Bahkan ada yang tanpa tending aling nanya pendapatan. Disini akan saya coba beberkan beberapa item. Yang saya share disinilah adalah berdasarkan pengalaman pribadi menjadi guru SM-3T di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Resiko yang akan di tempuh :

Jauh Dari Keluarga, Sanak Saudara, Pacar, TTM, Teman Dekat atau Selingkuhan,

Advertisement

So pasti kita bakal jauh dari keluarga dan orang-orang tersayang. Nggak bisa pulang mendadak kalau tau-tau dapat SMS dari rumah kalau Bapak sakit. Nggak bisa kumpul sama keluarga saat lebaran, puasaan di Posko dengan udara dingin menusuk tulang bersama teman seperjuangan. Nggak ada Mama yang standbye saat kita sakit. Nggak bisa kongkow-kongkow di mall sama teman-teman kesayanganmu. Yang ada disni hanyalah teman-teman seperjuangan di SM-3T. merekalah yang akan menjadi keluarga, ngurusin ketika kita sakit. Teman tidur berbagi selimut ketika kedinginan, teman berbagi keluh kesah dan segalanya. Kalau kamu biasanya nggak tahan pisah dari orangtua untuk jangka waktu yang lama. Jangan pernah berfikir untuk daftar SM-3T.

Putus Dari Pacar

Nggak sedikit teman-teman saya yang putus sama pacarnya karena ikut SM-3T. padahal udah bertahun-tahun pacaran. Makanya mending jangan pacaran, langsung nikah aja deh. Hehe

SM-3T Dilarang Menikah!

Selama kamu ikut program SM-3T ada surat perjanjian yang harus kita tanda tangani bahwa kita tidak boleh menikah. Jika dihitung, masa tugas SM-3T selama setahun, ditambah masa pengangguran menunggu masuk kuliah PPG selama kurang lebih 6 Bulan. Ditambah lagi masa kuliah PPG selama setahun. Total selama 2,6 tahun kamu nggak boleh menikah. Nah, bagi yang udah kebelet nikah, mending jangan ikut SM-3T deh…

Menjalani Hidup Susah

Namanya juga “dilempar” ke pelosok negeri. Berarti harus siap hidup tanpa fasilitas. Harus siap hidup tanpa listrik, jangankan nonton TV,lampu di rumah aja nggak ada, bahkan mau cas hp aja harus numpang di kantor distrik. Nggak ada sinyal HP. Harus ke kota dulu baru ketemu sinyal. Harus siap juga dengan daerah yang sulit air. Angkat berliter-liter air untuk mandi, masak dan kebutuhan lainnya. Mencuci di kali dengan jarak jauh turun naik bukit. Harus siap tinggal di rumah yang lebih layak di bilang gubuk dari pada rumah. dengan fasilitas rumah seadanya. Apa kamu siap??

Hidup Bersama Masyarakat Yang Berbeda Budaya

Kalau kamu ditempatkan di aceh, di kepulauan riau, mungkin budaya masyarakat tidak jauh berbeda. Mayoritas muslim dan wajah mereka tidak jauh berbeda dari biasanya. Nah coba kalau ditugaskan di Papua. dari wajah, warna kulit dan rambut saja sudah berbeda. Belum lagi kebiasaan, tata cara bicara dan gaya hidup masyarakat Papua yang unik dan sangat jauh dari bayangan kita. Apa kamu siap bertamu di honai? Apa kamu siap bersalaman sambil di peluk bapak Papua yang hanya memakai koteka? Apa kamu siap mengajari anak-anak menulis yang tangannya penuh korengan dan kakinya penuh lumpur karena tak memakai alas kaki ke sekolah. Are you ready?

Sedangkan berbagai Keuntungan yang akan kamu dapat jika mengikuti SM-3T adalah :

Pengalaman berharga

Orang Bule bilang “Exprerience Is The Best Teacher”. So, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Pengalaman kita setahun mengabdi di pelosok itu tidak semua orang bisa menikmatinya. Tidak semua Guru punya pengalaman berharga mendidik anak-anak di desa terpencil yang bahasa Indonesia aja dia nggak ngerti. Nggak semua orang punya pengalaman hidup bersama masyarakat yang masih primitif, di zaman udah modern serba teknologi, mereka masih tinggal di Honai, tidur beralaskan rumput dan makanan pokoknya ubi. Itu adalah sebuah pengalaman berharga yang tak ternilai harganya.

Merasa di Hargai

Ketika kita membawa titel sarjana di kota, sudah dipastikan tidak akan ada yang melirik. Ketika kita jadi guru di sebuah sekolah, belum tentu anak-anak menghargai kita sebaga guru ketika di luar asekolah. Berbeda dengan masyarakat pedalaman yang sangat menghargai orang berilmu, contohnya guru. Kemanapun kita jalan, pasti selalu ada yang menyapa “Selamat pagi ibu guru”. Baik itu di desa ataupun ketika sedang berjalan di kota. Seolah di jidat sudah tertulis bahwa kita adalah guru. Bukan hanya menyapa, mereka juga mengajak kita bersalaman bahkan merangkul dengan hangat jika sesama perempuan. Para lelaki pun tak jarang berpelukan jika bertemu. ketika ada acara di masyarakat, di gereja dan acara adat lainnya, guru selalu diundang dan di tempatkan paling depan. Guru, dokter dan bidan adalah profesi yang sangat dihargai di pedalaman.

Nikmatnya mendidik murid-murid yang polos dari nol

Anak kelas VI SD belum bisa membaca? Itu biasa terjadi di Papua. Jadi kita sebagai guru SM-3T punya kekuasan (yang kita bangun sendiri) untuk mengajari mereka dari nol. Mengajari mereka membaca, berhitung, sampai menyanyikan lagu kebangsaan. Ketika mereka berhasil membaca, ketika mereka berhasil mengerjakan soal matematika di papan tulis, ketika mereka bisa menyanyikan lagu Indonesia raya ketika upacara, semua itu berkat kita yang mengajarinya. Perasaan bahagia yang membuncah akan memenuhi rongga dada. Terharu ketika anak-anak bisa membaca buku cerita di perpustakaan, berkat kerja kerasnya belajar mengeja setiap hari. Bahagia mendengar mereka hafal perkalian yang sebelumnya penjumlahan saja mereka tidak tau. Prosesnya memang sedikit sulit, tapi ketika kita sampai pada hasilnya. Rasa senang tak terkira. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan uang.

Menjadi lebih dewasa, mandiri dan kreatif.

Dengan keadaan yang serba tidak ada. Kita menjadi lebih dewasa dan mandiri. Tidak lagi tsayat gelap ketika posko tidak ada listrik, tidak lagi ketagihan nonton sinetron karena tidak ada TV, tidak lagi melototi HP siang malam karena tidak ada sinyal. Kita pun menjadi lebih dewasa ditengah keterbatasan.saya pribadi dulu tidak suka makan sayur jenis apapun, tapi karena tinggal di desa yang subur, dan masyarakat selalu memberikan kami sayuran, kini saya bisa makan sayur. Bahkan sering menu di rumah hanya nasi dengan sayur saja. Tanpa lauk pendamping karena bahan makanan habis dan kalau belanja harus turun ke kota. Karena tidak ada TV, dan HP yang tidak banyak bisa berfungsi, kami belajar merajut tas noken. Tas khas papua. bisa di jual, bisa di jadikan oleh-oleh untuk sanak saudara.

Kalau dirumah mungkin mandi tinggal putar kran, tapi di tempat bertugas mau mandi dan mencucui pakaian harus naik turun bukit menuju kali. Mau masak dan berwudhu harus angkat air ke rumah yang jaraknya bikin sakit pinggang. Mau masak tidak ada kompor meski pakai tungku, yang menghidupkan apinya saja susahnya minta ampun. Belum lagi harus di jaga agar apinya tetap stabil dan hidup. Disitulah kita dituntut untuk mandiri. Menjadi lebih dewasa mengatasi masalah dalam hidup.

Rasa kekeluargaan

Banyak terjadi orang kota tidak kenal dengan tetangganya di sebelah rumah. jangankan untuk menyapanya setiap hari, kenal saja tidak. Di pedalaman kita bisa temukan rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Setiap bertemu selalu menyapa dan bersalaman. Memakai teori semut. Jika ada makanan selalu berbagi, jika kita kesuitan mereka dengan senang hati membantu. Sayur mayur tidak pernah kosong di dapur, karena mereka selalu memberi. Jika bertemu di jalan dengan barang banyak, mereka akan membantu memikul. Jika kita pergi, masyarakat apalagi tetangga adalah yang paling kuat suara tangisnya. Paling kuat pelukannya. Seperti pelukan seorang ibu kepada anaknya. Padahal kita hanyalah pendatang yang datang dari jauh untuk mendidik anak-anak mereka.

Melihat Surga Kecil Yang Jatuh Ke Bumi

Tempat tugas saya adalah di Papua. kata orang Papua itu surga kecil yang jatuh ke bumi. Memang benar sekali. Baik itu Papua pegunungan tengah dengan hamparan gunung-gunungnya, maupun Papua barat dengan lautnya yang biru. Raja ampat yang merupakan tempat wisata impian para traveller. Papua yang di foto dari sisi mana seja tetap bagus. Papua yang udaranya sejuk seperti di dalam ruang ber AC, Papua yang masih virgin, belum tersentuh polusi udara. Papua yang membuat kagum memandangi keindahannya.

Traveling gratis

Kapan lagi jalan-jalan ke Timur nya Indonesia, di biayai pemerintah dengan fasilitas mewah pula. Dari masa prakondisi, di inapkan di Hotel. Terbang dengan Garuda, maskapai terbaik di Indonesia. Sampai di Papua dengan gaji yang lumayan, juga bisa travelling ke Papua barat, Raja Ampat yang terkenal dengan wisata baharinya. Atau ke Merauke yang merupakan ujungnya Indonesia. Mau berenang sambil diving dengan Hiu, datanglah ke Nabire. Saya pribadi, karena di Papua banyak hari libur, selama setahun diPapua sudah mengunjungi Papua pegunungan tengah maupun Papua barat. Kabupaten Jayawijaya sudah di kelilingi hingga ke distrik paling ujung, ke Bokondini yang ada di kabupaten Tolikara, tempat insiden Masjid di bakar pada Idul Fitri kemaren. Ke kaki gunung trikora, yang berada di kabupaten Nduga, sampai ke Jayapura, Ibu kota provinsi Papua. Dan banyak tempat lain di Papua pegunungan tengah. Ke Papua barat juga sudah ku jalani. Biak, Manokwari, Sorong, sampai ke Raja Ampat. Kalau tidak ikut SM-3T,impossible saya bisa menjelajah Indonesia bagian timur ini. bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari SM-3T

Gaji besar

Nah ini yang di tunggu-tunggu, kerena guru-guru SM-3T adalah fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman kerja. Apalagi yang gajinya sebesar gaji guru SM-3T. pengalaman saya pribadi dulu sewaktu kuliah mengajar privat. Setelah lulus dari kuliah, mengajar di SD swasta yang cukup bergengsi di Pekanbaru. Gajinya cukup besar, tapi gaji dari SM-3T jauh lebih besar. Dengan ikut SM-3T kita bisa menabung, memberikan kepada orang tua, membatu biaya sekolah adik-adik, membeli gadget yang kita inginkan dan juga travelling. Tapi ingat, menabunglah untuk masa depan, kata temanku. “kita belum tau kapan lagi kita bisa dapat rejeki sebanyak disini (di Papua.red)”

Mendapatkan beasiswa kuliah PPG (Pendidikan Profesi Guru)

Setelah selesai pengabdian, guru SM3T diberikan bonus berupa beasiswa PPG. Beasiswa ini meliputi biaya SPP, Makan, Asrama, transportasi dan uang saku. Seperti yang banyak di kabarkan, untuk syarat PNS Tahun 2016 guru harus mempunyai sertifikat PPG. sedangkan untuk PPG harus melalui program SM-3T dan tidak semua universitas membuka PPG.

So, sudah berubah fikiran? Sudah mulai terbayang mengenai SM-3T? jangan terlalu lama berfikir, buat keputusan sekarang juga, yakinkan orang tua, dan berangkatlah, gapai mereka yang terluar,jangkaulah mimpi-mimpi yang tertinggal. Demi terwujudnya generasi emas Indonesia (penggalan lagu mars SM-3T).

Buat kamu yang masih ragu, mendingan nggak udah ikut daftar SM-3T dari awal. Karena kuota SM-3T ini sedikit, sedangkan yang daftar ribuan. Kasihan yang memang punya niat tulus mengabdi di pelosok negeri. Lebih baik kasi ke mereka aja kuotanya. Soalnya banyak kasusnya, udah di prakondisi, karena prakondisinya yang melatih mental dan fisik, ada peserta yang mundur. Padahal ratusan bahkan ribuan orang di luar sana ada yang sampai menangis karena tidak lulus tes wawancara. So think twice!