Aku turut bahagia, melihat sebuah potret yang menghiasi beranda sosial media aku, kamu terlihat ceria, dan aku merasa bahwa permintaan aku saat itu sudah terwujud persis di hadapan kamu, di hadapan aku, dan di hadapan orang banyak yang pernah mengenal kita … 


Ini adalah sebuah kenyataan hidup yang sebenarnya bukan hanya pertama dan sekali saja terjadi di hidup aku, bahkan sudah berkali – kali semenjak aku mengerti bahwa posisi yang pernah aku rasakan itu sudah tergantikan dengan orang lain, dan bukan lagi aku. Di tulisan ini, aku akan berbagi cerita aku yang aku yakin semua mahkluk yang ada di muka bumi ini pastinya pernah mengalaminya. Sakit, sedih, kecewa, itu pasti tapi tugas kita adalah hanya menerima, karena pilihan terbaik hanyalah menerima.

Cerita pertama aku ini sebuah perjalanan cinta yang sudah 3 tahun terjalin bersama, awalnya aku sungguh tak rela, tak menerimanya, bahkan murka entah ingin murka dengan siapa. Membayangkan aku harus menggantikan posisinya dengan dia yang selama 3 tahun ini kita bersama – sama. Tapi ini bukan lagi hal untuk di bayangkan ini adalah nyata, sebelum berakhirnya hubungan ini.

Aku sudah dilatih sedemikian rupa olehnya bahwa tidak ada rasa kecewa yang terjadi jika tidak ada rasa harap.  Ia banyak mengajarkan aku tentang pedih yang tidak bisa aku utarakan, padahal saat itu kita masih bersama. Wanita itu jauh lebih cantik, jauh lebih wanitanya dari aku, bahkan sudah mengalahkan segala jenis perjuangan aku dengan dia selama ini.

Pedih, nyeri, iya semua manusia memiliki perasaan ini. Aku menemukan sebuah foto itu di galeri selularnya, begitu mesra foto itu, seperti seakan sudah sama sama memiliki dan seakan tidak ada manusia yang dibuat sakit melihat secarik foto itu. Sampai kapanpun aku masih mengingatnya.

Advertisement

Tidak ada perbuatan aku apa apa selain menerimanya, selain tetap berusaha mempertahankannya dan pada akhirnya mempertahankan itu akan luluh lantak  jika hanya 1 orang saja sedangkan 1 orang itu sudah melepasnya. Waktu berjalan setelah aku sudah melepasnya , itu yang dia minta. Dan aku harus membiasakan mata, hati, bahkan diri aku sendiri untuk sering – sering melihat foto yang membahagiakan itu.


Waktu pun berlalu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kamu dalam sendirian, Ia akan menitipkan seseorang ( kembali ) untuk kamu. Tapi jika akhirnya kamu masih diharuskan untuk belajar tentang melepaskan lagi, Terimalah …


Cerita kedua, kata dia di dunia ini tidak ada yang kebetulan, untuk segala apapun yang sudah bertemu, itu takdir. Itulah kalimat dia yang saat ini aku terus ingat, ketika aku jatuh, aku pedih, aku sakit manusia ini datang sungguh tak pernah aku minta. Ia memiliki persamaan hidup yang sama dengan ku, kecintaannya dengan alam, selalu merindukan untuk bercengkrama dengan alam, dan menghargai setiap lini hidup.

Aku bahagia mengenal dia, darinya, dia banyak memperkenalkan hal – hal yang gak pernah aku tahu sebelumnya. Dia yang pernah mengajak aku untuk menebas perjalanan dalam hitungan berpuluh – puluh kilometer, melewati hujan sepanjang jalan yang tak ada habisnya, melewati runtuhnya akar pohon tebal disertai angin pasir yang berasal dari indahnya sebuah pemandangan gunung dari kejauhan, dan segala jenis perjalanan lainnya dari alam, ia memilih aku sebagai travelmate nya.  

Meskipun aku tak pernah minta kehadirannya, aku berterimakasih kepada Tuhan, atas kehadirannya ia untuk aku, hanya saja aku lupa meminta kepada Tuhan, untuk memintanya selalu bersama dengan aku. Kamu membuat aku menunggu tanpa harus melepaskan. Dan akhirnya Tuhan masih harus mengharuskan aku untuk selalu belajar tentang arti melepas dengan lapang

Cerita ketiga aku, ini yang terakhir saat ini yang masih terakhir, karena setelah kisah ini aku baru sadar


Bahwa Tuhan sebenarnya mengharuskan aku untuk mengistirahatkan hati aku, hati aku terlalu lelah ternyata dan menyadarkan aku bahwa berani memilih seseorang untuk dijadikan pasangan bukan karena kita kesepian melainkan karena kita sudah siap. 


12 tahun kita sudah saling mengenal, dan kita ditemukan kembali di dalam keadaan hati  yang sama – sama pedih, saling butuh arahan, semangat, dan pada akhirnya perhatian. Ini singkat saja aku cerita, terimakasih yah pernah ada mengisi hari – hari aku, mengajak aku ke dunia kamu yang kata kamu, kamu bahagia, terimakasih sudah banyak cerita tentang kehidupan yang membuat kamu tak tau arah, semoga kamu tidak pernah menyesal pernah kenal dan pernah memberikan bahagia untuk aku.

Bahwa pada akhirnya kita gak akan pernah bersama – sama, karena keyakinan kita beda, namun sebenarnya Tuhan kita satu. Semoga kamu bahagia dengan wanita kamu saat ini, semoga segala rasa sepi dan hening kamu bisa diisi menjadi cerita yang ceria, dan terimakasih sudah mewujudkan permintaan aku beberapa waktu lalu sebelum kita sama sama memutuskan pergi ke kehidupan kita masing – masing. Terimakasih yah …

Untuk semua cerita – cerita dan 3 manusia yang pernah menjadikan aku seorang yang selalu sempurna di hidup kalian, meski tidak ada yang sempurna di dunia ini. Aku bahagia pernah menjadi ada di bagian hidup kalian, aku bersyukur pernah memiliki dan dimiliki, pernah di perjuangkan dan di sayang sebegitunya.

Tanpa kalian aku tidak pernah mengenal cinta, aku tak pernah mengenal bahagia, dan tak pernah mengenal segala jenis rasa sakit tentunya. Dan sekarang ijinkan aku, untuk melepaskan kalian berkali kali dengan rasa lapang yang lebih luas, luasnya dari rasa iklash.

Semoga kalian bahagia dengan pasangan kalian sekarang, dan aku tentunya akan jauh lebih bahagia dari kalian tapi bukan dengan pasangan aku, dengan duniaaku yang dulu sempat kalian tahu dan kadang buat kalian susah ngerti . Dan aku akan terus melaju semua cita dan mimpi mimpi aku.


Sekali lagi terimakasih yah kalian, tanpa kalian aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang wanita yang kuat, sabar, dan tentunya puitis , dan mampu berdamai dengan masa lalu …


Semoga kita semua bisa menjadi sebatang tubuh yang bermanfaat untuk kehidupan orang banyak …

 

With Love

Rani